Wisatawan Solo Batal Melancong ke Lombok dan Bali

Pelancong menikmati senja di Pantai Ampenan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto diambil Maret 2018. (JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan)
07 Agustus 2018 18:21 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Wisatawan yang membeli paket wisata dari biro travel Solo membatalkan perjalanan mereka menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Bali akibat gempa yang melanda kawasan itu.

Executive Director Mulia Tour, Triadi Pramita Abadi, mengatakan saat ini Lombok dan Bali merupakan tujuan wisata favorit. Namun dengan adanya gempa yang terjadi di Lombok belum lama ini ada beberapa wisatawan yang membatalkan perjalanannya.

Tokopedia

"Ada sekitar 10 orang yang membatalkan dengan tujuan Bali. Sebab dampaknya sampai ke Bali. Rencana ada pemberangkatan ke Bali pada 16 Agustus nanti tapi dibatalkan," kata dia saat dihubungi solopos.com, Selasa (7/8/2018). Sedangkan untuk tujuan Lombok, dia mengatakan hingga Selasa belum ada pemesanan maupun pembatalan.

Pelaku usaha biro perjalanan wisata lain, Mirza Ananda, juga mengatakan ada 160 wisatawan yang berencana pergi ke Lombok pada akhir pekan ini, harus membatalkan rencananya karena adanya musibah gempa yang terjadi di Lombok.

"Mereka membatalkan, ingin mengganti ke lokasi lain, waktunya juga akan diundur," kata dia saat dihubungi solopos.com, Selasa.

Dia mengatakan Bali dan Lombok merupakan tujuan wisata yang banyak dipilih masyarakat. Untuk rata-rata dalam sehari ada 100 wisatawan yang berangkat ke Bali. Sedangkan untuk tujuan Lombok dalam tiga bulan selalu ada wisatawan yang mengakses, namun jumlahnya lebih banyak yang ke Bali.

Ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Solo, Pri Siswanto, mengatakan adanya bencana alam di Lombok tentu akan berdampak pada sektor pariwisata.

"Tentu akan ada dampaknya terutama untuk tujuan ke Lombok. Tapi secara pasti kami belum mendapatkan jumlah pembatalan dan sebagainya. Sedangkan untuk tujuan Bali, dari informasi teman-teman, masih aman," kata dia, Selasa.

Dia berharap pemulihan pasca bencana di Lombok bisa segera selesai sehingga aspek pariwisata bisa kembali bangkit.

Beberapa maskapai saat ini juga menyiapkan penerbangan ekstra untuk mengangkut penumpang dari Lombok menuju wilayah lain. Salah satunya adalah Citilink Indonesia. Citilink Indonesia menambah jadwal penerbangan Lombok-Surabaya untuk membawa calon penumpang yang akan keluar dari Lombok pada Selasa (7/8/2018).

“Penambahan jadwal penerbangan ini diharapkan dapat membantu mobilisasi masyarakat dan wisatawan keluar dari Lombok menuju Surabaya,” kata Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia, Ranty Astari Rachman, melalui rilisnya. Penambahan penerbangan Lombok-Surabaya tersebut merupakan langkah antisipasi lonjakan penumpang pasca gempa. Penerbangan tambahan ini dijadwalkan beroperasi Selasa, berangkat pukul 14.30 WITA dari Bandara Internasional Lombok Praya.

Selain Citilink, Lion Air Group juga menyiapkan penerbangan ekstra. Danang Mandala Prihantoro, selaku Corporate Communications Strategic of Lion Air, mengatakan pada Selasa Lion Air Group melayani 10 penerbangan tambahan (extra flight) untuk operasional dari dan menuju Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat.

Penerbangan tambahan tersebut melayani rute Denpasar-Lombok, Lombok-Despasar, Lombok-Surabaya, Surabaya-Lombok dan Lombok-Tangerang.