Kisah Perjalanan Kerabat Sultan Agung Jadi Asale Desa Cangkol

Pengendara sepeda motor melewati jalan perdesaan di Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (15/3 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
07 Agustus 2018 16:35 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Asal usul Desa Cangkol yang terletak di wilayah Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, tak lepas dari sejarah Kerajaan Mataram yang kala itu dipimpin Sultan Agung Hanyakrakusuma. 

Suatu waktu, sejumlah kerabat keraton mencari tanah untuk tempat tinggal. Konon, asale nama Desa Cangkol berasal dari bahasa Jawa yakni kecantol yang bermakna terpikat.

Cerita rakyat asal usul atau asale Desa Cangkol berkaitan erat dengan seorang kerabat keluarga Sultan Agung Hanyokrokusumo yang bernama Raden Suryo Kusumo.

Dikisahkan, wilayah Desa Cangkol masih berupa hutan dan hamparan tanah yang ditumbuhi semak belukar. Belum ada masyarakat yang mendirikan rumah di Cangkol lantaran wilayah itu hanya ditumbuhi pohon-pohon tinggi dan besar.

“Rombongan Raden Suryo Kusumo berjalan kaki selama berhari-hari melewati hutan dan perbukitan. Raden Suryo Kusumo didampingi adiknya bernama Raden Adi Panangsang,” kata sesepuh Desa Cangkol, Sriyono, saat berbincang dengan solopos.com, Kamis (15/3/2018).

Mereka kemudian berjalan kaki ratusan kilometer menuju arah timur. Sesekali mereka beristirahat untuk melepas lelah dan menyantap bekal makanan dan minuman.

Lantaran berjalan kaki tanpa henti selama berhari-hari, anggota rombongan didera kelelahan fisik. Beberapa anggota rombongan jatuh sakit karena tenaganya terkuras untuk menempuh perjalanan jauh.

Rombongan itu akhirnya beristirahat di tanah lapang yang dikelilingi pohon rindang.

“Rombongan Raden Suryo Kusumo akhirnya membuat rumah di sekitar tanah lapang yang subur. Mereka membuat rumah dan menetap di kawasan itu lantaran terpikat dengan kondisi tanahnya,” ujar Sriyono melanjutkan.

Lambat laun jumlah masyarakat yang membangun rumah di lokasi itu bertambah banyak. Mereka membuka lahan pertanian dan berkebun untuk menyambung hidup.

Selain kondisi tanah yang subur, mereka terpikat memilih menetap di lokasi itu lantaran keindahan panorama alam.

Sementara itu, seorang warga setempat, Khairul, menyampaikan jumlah warga yang menetap di lokasi itu ratusan orang. Lantaran jumlahnya cukup banyak mereka berinisiatif memilih pemimpin.

Raden Suryo Kusumo akhirnya terpilih menjadi pimpinan di lokasi yang kini menjadi Desa Cangkol. Masyarakat hidup rukun dan saling menghargai sehingga tak pernah muncul konflik atau pertentangan antarwarga.