Kebakaran Sragen: Api Tungku Ludeskan Rumah, Motor, dan Uang Rp5 Juta

Kebakaran rumah di Dukuh Canden RT 007 Desa Ketro, Tanon, Sragen, Senin (6/8 - 2018) malam. (Istimewa/Kades Ketro)
07 Agustus 2018 15:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Musibah kebakaran menghabiskan rumah milik Purwanto, 53, warga Canden RT 007 Desa Ketro, Tanon, Sragen, Senin (6/8/2018) malam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Tapi dua bangunan rumah kayu milik korban ludes dilalap si jago merah. Karena terbuat dari material yang mudah terbakar, dalam waktu satu jam rumah itu sudah rata dengan tanah.

Tokopedia

Upaya pemadaman secara manual oleh warga tak membuahkan hasil lantaran api cukup besar. "Api berkobar satu jam sejak pukul 20.15 WIB," ujar Kades Ketro, Wiratno, Selasa (7/8/2018).

Dia menjelaskan api diduga berasal dari bara api tungku dapur. Pemilik rumah merasa sudah mematikan api seusai memasak. Tapi ternyata bara apinya masih ada dan menyulut material lain di sekitarnya.

Saking besarnya api membuat warga sekitar kelabakan. Apalagi di sekitar lokasi kejadian minim sumber air. Mereka hanya bisa mengandalkan bantuan armada pemadam kebakaran (damkar).

"Tiga unit armada damkar Sragen dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah satu jam mengamuk, api mulai bisa dikendalikan. Warga dan tim damkar harus bekerja ekstra keras," kata dia.

Wiratno menaksir kerugian materiil akibat kebakaran sekitar Rp60 juta. Angka itu diperoleh dari ludesnya dua bangunan rumah kayu, satu sepeda motor Honda Vario, dan uang tunai Rp5 juta.

Lantaran rumah rata dengan tanah, untuk sementara waktu Purwanto tinggal di rumah anaknya. Langkah itu dilakukan sembari menunggu adanya bantuan dari pemerintah kabupaten.

"Korban tergolong keluarga tidak mampu. Kami sedang usahakan adanya bantuan. Koordinasi dengan Pemkab Sragen sudah kami lakukan. Semoga segera ada kejelasan," harap dia.

Kapolsek Tanon, AKP Heru Budiarto, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, kepada wartawan menginformasikan tak ada indikasi unsur kesengajaan dalam kebakaran rumah di Tanon.

Dia mengimbau masyarakat senantiasa hati-hati selama musim kemarau. Dalam kondisi minim air, musibah kebakaran bisa menjadi sangat membahayakan dan merugikan.