Kebakaran Rumah Boyolali, 18 Kambing Terpanggang

Warga Dukuh Gunungsari, Desa/Cepogo, Boyolali, membersihkan puing-puing rumah yang terbakar, Selasa (7/8 - 2018) dini hari. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
07 Agustus 2018 14:36 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Rumah milik Tuminah, 80, warga Dukuh Gunungsari, RT 004/RW 015 Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali, ludes hingga rata dengan tanah akibat kebakaran, Selasa (7/8/2018) dini hari.

Tiga penghuni berhasil menyelamatkan diri namun 18 ekor kambing milik keluarga itu terpanggang hidup-hidup. Saat itu Rusmin, 54, dan istrinya, Kedah, 52, serta ibu mereka Tuminah, 80, sedang tidur pulas.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Rusmin terbangun karena merasakan panas di kulitnya. Saat itu Rusmin kaget karena kamarnya sudah terkepung api. Sontak dia terbangun dan menyadari rumahnya sedang terbakar.

Tanpa berpikir panjang, dia langsung membangunkan istrinya yang berada sekamar dengannya serta Tuminah yang berada di kamar lain.

“Saya merasa kan panas sehingga terbangun dan kaget melihat api yang sudah sangat besar. Langsung saja saya bangunkan istri dan ibu saya, saya seret mereka ke luar rumah,” ujar Rusmin saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Rusmin mengaku cukup beruntung karena saat itu ketiganya masih bisa menyelamatkan diri. Beberapa saat kemudian, bangunan rumah berbahan kayu dan bambu itu mulai runtuh. “Begitu kami keluar, bangunan mulai runtuh,” ujarnya.

Sementara itu, warga sekitar yang mengetahui kebakaran itu mulai berdatangan untuk berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api yang begitu besar memaksa mereka menjauh dan hanya bisa menyiramkan air dari jarak jauh.

Tak ayal, rumah berukuran 10 meter x 10 meter itu terbakar dengan cepat dan akhirnya runtuh. Beberapa saat memanggil mobil pemadam kebakaran datang dan membantu pemadaman serta melokalisasi api agar tidak merembet ke rumah lain di dekatnya.

Sementara itu, akibat kebakaran itu semua perabotan di dalam rumah seperti meja kursi, dipan, almari, dan lainnya ikur hangus terbakar. Sepeda motor di halaman berhasil diselamatkan.

Di sisi lain, 21 ekor kambing milik keluarga yang berada di kandang di belakang rumah ikut menjadi korban keganasan si jago merah. Dari 21 ekor kambing itu, 18 ekor di antaranya mati terpanggang, tiga ekor lainnya berhasil diselamatkan.

Ketua RT setempat Suyarto mengatakan atas peristiwa yang menimpa warganya itu, warga lain di sekitar rumah korban mengadakan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan pagi harinya. “Kami ikut prihatin. Warga langsung bergotong royong membersihkan lokasi,” kata dia.