Kebakaran Boyolali: Sebelum Terpanggang, 4 Kambing Sudah Dibeli Rp8 Juta

Warga Dukuh Gunungsari, Desa/Cepogo, Boyolali, membersihkan puing-puing rumah yang terbakar, Selasa (7/8 - 2018) dini hari. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
07 Agustus 2018 17:40 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Rusmin, 54, warga Dukuh Gunungsari, RT 004/RW 015 Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali, tak hanya kehilangan rumah, harta benda, dan 18 dari 21 ekor kambing piarannya akibat kebakaran, Selasa (7/8/2018) dini hari.

Dia juga kehilangan potensi pendapatan senilai Rp8 juta karena empat dari kambingnya yang terpanggang sudah terjual seharga Rp2 juta per ekor. Kambing yang terjual itu belum diambil dan belum dibayar.

Tokopedia

Rusmin dan keluarganya memelihara kambing cukup banyak sebagai usaha sampingan selain menggarap ladang. Baginya ternak itu merupakan sumber penghasilan sekaligus tabungan. "Sebagian saya jual untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Saat-saat menjelang Iduladha seperti sekarang ini, harga kambing mulai naik, Rusmin berencana menjual empat ekor dan uangnya akan dipakai untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

“Empat ekor sudah mau dibeli orang, masing-masing Rp2 juta, jadi semua Rp8 juta. Tapi memang belum diambil atau pun dibayar. Malah keduluan musibah ini. Ya sudah lah,” kata Rusmin sambil memandang dua ekor kambing yang masih hidup tak jauh dari rumahnya.

Kambing Rusmin memang seharusnya masih tersisa tiga ekor karena dari 21 kambing, ada 18 ekor yang terbakar. Namun, satu ekor kambingnya hilang entah ke mana.

Rusmin belum berencana menjual dua kambing yang tersisa itu. Untuk tempat tinggal, sementara ini Rusmin bersama istri dan ibunya akan tinggal di rumah saudaranya di dusun yang sama.

Ketua RT setempat Suyarto mengatakan sudah melaporkan peristiwa itu ke pemerintah desa untuk ditindaklanjuti. “Semoga segera ada bantuan untuk Pak Rusmin,” ujarnya.