Korban Longsor Manyaran Siap Beli Lahan Sendiri, Tapi Ada Syaratnya

Salah satu rumah warga yang rusak akibat terkena longsor Desa Karangtengah, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, April lalu. (Solopos - Dok)
07 Agustus 2018 19:39 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Bencana alam akhir tahun 2017, tepatnya 28 November yang melanda sejumlah wilayah di Wonogiri masih menyisakan persoalan.

Dari 19 kecamatan yang terdampak dengan kerusakan mencapai 1.046 rumah warga, ada 31 di antaranya yang harus direlokasi.

Tokopedia

Sebanyak 31 keluarga tersebut berasal dari tiga kecamatan yakni 18 warga di Manyaran, 8 warga di Tirtomoyo, dan 5 warga di Sidoharjo.

Data terakhir, Camat Manyaran, Rahmat Imam Santosa, menyebut ada 19 warga yang akan direlokasi. Namun, program relokasi ini terhambat setelah pembahasan RAPBD 2019 gagal menyetujui anggaran pengadaan lahan untuk merelokasi rumah warga terdampak bencana.

Menurut Rahmat, 19 warga di Dusun Kajuman RT 001 Desa Kepuhsari bersedia membeli lahan sendiri. Mereka ingin secepatnya pindah dari Dusun Kajuman yang saat ini ditempati yang sangat rawan terkena longsor, karena berada di sabuk lereng gunung.

Mereka tak ingin menunggu lama proses pengadaan lahan oleh Pemkab. Warga akan membeli lahan dalam satu kawasan di lokasi aman, tetapi tak jauh dari Kajuman.

Waswas

Namun, mereka meminta syarat Pemkab bersedia membangunkan rumah mereka dan memberi fasilitas pendukung infrastruktur, seperti jalan, listrik, air bersih, dan sebagainya. Camat akan berkoordinasi lagi dengan warga dan instansi terkait membahas persoalan itu.

"Satu keluarga sekarang ini tinggal bersama anak mereka di Kajuman tetapi wilayahnya lebih aman. Rumah mereka hancur terkena bebatuan saat terjadi tanah longsor, jadi harus pindah. Sebanyak 18 keluarga lainnya tetap menghuni rumah mereka. Mereka waswas karena berada di wilayah rawan longsor, terlebih tak lama lagi penghujan," kata Camat.

Selain di Manyaran, bencana longsor 2017 terparah juga terjadi di Tirtomoyo meliputi Desa Dlepih, Sukoharjo, dan Hargosari, serta Desa Karangtengah dan Purwoharjo Kecamatan Karangtengah. Saat itu, 18 titik longsor ada di Kecamatan Karangtengah.