Razia Napi Rutan Solo, Polda Jateng Sita 30 Senjata Tajam

Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng menunjukkan benda tajam hasil razia di Rutan Solo, Rabu (8/8 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
08 Agustus 2018 16:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng mendatangi Rutan Kelas 1 A Solo karena mencurigai ada 40 narapidana (napi) kasus narkoba yang terindikasi terlibat kasus penyalahgunaan barang haram tersebut selama di Rutan.

Tim Polda Jateng itu melakukan razia dan tes urine. Dari 40 napi yang dicurigai dan dites urine, ada satu napi yang terbukti positif mengonsumsi narkoba. Selain itu, tim Polda juga menyita 30 senjata tajam milik  para napi.

“Saya mendapatkan informasi ada napi di Rutan Solo terindikasi kasus penyalahgunaan narkotika. Petu Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng mendatangi Rutan Kelas 1 A Solo karena mencurigai ada 40 narapidana (napi) kasus narkoba yang terindikasi terlibat kasus penyalahgunaan barang haram tersebut selama di Rutan.gas langsung terjun ke lapangan menindaklanjuti informasi itu,” ujar Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Djoko Tjahjono, kepada wartawan di Rutan Solo, Rabu (8/8/2018).

Djoko mengungkapkan puluhan petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng tiba di Rutan Solo pukul 08.00 WIB. Petugas menggeledah blok D yang ditempati napi narkoba. Penggeledahan berlangsung selama satu jam dan mengamankan 40 orang napi yang dicurigai untuk dites urine.

“Hasil tes urine satu napi diketahui positif mengonsumsi obat. Pengakuan napi baru saja mengonsumsi obat asma. Namun, perlu dilakukan tes urine lanjutan untuk memastikan kebenarannya. Kami akan mengumumkan hasil tes urine lanjutan kalau sudah selesai,” kata dia.

Ia menjelaskan selama razia di dalam kamar napi tim juga menemukan 30 senjata tajam berupa pisau, besi yang diruncingkan ujungnya, dan cutter. Selain itu, tim menemukan alat judi seperti kartu remi dan dadu.

Semua barang berbahaya itu disita petugas dan diserahkan petugas keamanan Rutan Solo untuk dimusnahkan. “Kami tidak menemukan narkoba dalam penggeledahan di kamar napi narkoba. Razia ini berlangsung serentak bersama dengan LP [Lembaga Pemasyarakatan] Kelas IIB Klaten,” kata dia.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng, berkomitmen memberantas narkoba di dalam rutan dengan bekerja sama dengan rutan. Razia ini sebagai antisipasi adanya napi yang mengendalikan peredaran narkoba di dalam penjara.

Kepala Rutan Kelas IA Solo, Muhammad Ulin Nuha, mengungkapkan jumlah napi narkoba di Rutan Solo ada 173 orang. Rutan Solo selama ini sangat tegas terhadap warga binaan agar tidak membawa barang terlarang di dalam tahanan.

“Kami juga sering melakukan razia di dalam kamar tahanan yang ditempati warga binaan. Razia itu dilakukan untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

Ia menjelaskan benda tajam yang ditemukan ini kemungkinan dibuat napi saat berada di dalam rutan. Rutan Solo akan memberikan saksi pada warga binaan yang kedapatan membawa benda berbahaya di dalam kamar tahanan.

“Kami pastikan tidak ada warga binaan Rutan Solo yang mengendalikan narkoba di dalam penjara,” kata dia.