Baru Keluar Penjara, Pengedar Narkoba Solo Tertangkap Lagi

Ilustrasi narkoba. (Solopos/Whisnu Paksa)
08 Agustus 2018 23:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Surakarta menangkap Boengkar, pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang baru keluar dari penjara Maret 2018 lalu. Boengkar ditangkap belum lama ini saat tengah berpesta sabu-sabu di kamar indekos Karangasem, Laweyan, bersama Muhammad Hasyim Sani, 27, warga Purbayan, Baki, Sukoharjo.

Polisi menyita barang bukti pil inex, pipet, alat isap, korek api, timbangan digital, dan sabu-sabu 15,66 gram dari tangan Boengkar. Selain Boengkar, polisi Solo menangkap satu pengedar lain dalam waktu sepekan terakhir, yakni Irwan Dwi Koencoro, 27, warga Semanggi, Pasar Kliwon.

Total ada tujuh orang yang ditangkap aparat Polresta Surakarta dalam sepekan terakhir terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Selain Boengkar, Irwan, dan Hasyim, ada Tigor Widi Nugroho, 34, warga Kadipiro, Banjarsari, Jebres; Sarwanto, 43, warga Nusukan, Banjarsari; Nanang Prihatmono, 33, warga Pajang, Laweyan; dan Tri Jatmoko, 34, warga Kadipiro, Banjarsari.

“Dua dari tujuh tersangka merupakan suporter bola. Mereka ditangkap seusai menonton pertandingan bola. Mereka yakni Nanang dan Tri. Kami menemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,25 gram,” ujar Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo kepada wartawan di Mapolresta, Selasa (7/8/2018).

Ribut mengungkapkan dari tangan ketujuh tersangka polisi menyita sabu-sabu seberat 19,58 gram. Dari jumlah tersebut, paling banyak disita dari tangan Boengkar seberat 15,66 gram.

“Kami menangkap Boengkar saat sedang pesta narkoba di dalam kamar indekos Karangasem Laweyan bersama Hasyim. Petugas juga mengamakan barang bukti pil inex, pipet, alat isap, korek api, timbangan digital, dan sabu-sabu 15,66 gram,” kata dia.

Ia menjelaskan hasil penyelidikan sementara sabu-sabu milik tujuh orang itu didapat dari pengedar yang dikendalikan narapidana (napi) salah satu Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Jateng. Polresta Surakarta telah berkoordinasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng dan Satnarkoba Polda Jateng untuk menangkap napi itu.

Kasatnarkoba Polresta Solo Kompol Edy Sulistyanto mengungkapkan ketujuh pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara.