Wow, Solo Segera Punya Pembangkit Listrik dari Sampah

Ilustrasi aktivitas di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. (Solopos/Nicolous Irawan)
08 Agustus 2018 21:37 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Setelah terkatung-katung berbulan-bulan karena ada penolakan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS), proyek PLTS Putri Cempo makin dekat menuju realisasi. Belum lama ini telah terbitnya surat dari Kementerian Energi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait perjanjian jual beli listrik (PJBL).

PJBL menjadi dasar bagi PT PLN Persero untuk membeli listrik hasil PLTS Solo itu. Kementerian ESDM memerintahkan PLN Solo membeli 13,35 sen dolar AS per KwH. PJBL tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Aturan itu sekaligus merevisi penjualan listrik PLTS yang sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 44/2015 sebesar 18,77 sen dollar AS per KwH. “Sudah sudah beres [PLTS]. Kemarin ke Menteri ESDM dan terbitkan surat sekaligus perintahkan PLN untuk beli listrik PLTS 13,35 sen dolar AS per KwH,” kata Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/8/2018).

Pemerintah membangun instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan di 12 daerah di Indonesia. Perinciannya, Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Solo, Kota Surabaya. Kemudian Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang, dan Kota Manado.

Dengan surat itu, proyek PLTS Solo dipastikan jalan terus. Rudy optimistis pengelolaan sampah di tangan investor mampu menguntungkan Solo. Selain itu ke depan tidak ada lagi sampah yang tertimbun di TPA Putri Cempo sebab sudah diolah menjadi energi listrik. “Pokoknya on progress. PJBL sudah clear, tinggal pembangunan konstruksi dan operasional saja,” katanya.

Sesuai rencana, PLTS ditargetkan beroperasi 2019. Nantinya PLTS bakal mengolah sampah sebesar 450 ton per hari. Pengolahan sampah menjadi energi listrik perinciannya 250 ton sampah baru dan 200 ton sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo. Listrik tersebut akan dibeli PT PLN.