Peserta Seleksi Perdes Sragen Tuntut Pelantikan Ditunda

Perwakilan calon perdes dari 8 kecamatan mendatangi Kantor Bagian Pemdes Sragen, Rabu (8/8 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
08 Agustus 2018 19:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Perwakilan peserta tes seleksi perangkat desa (perdes) dari delapan kecamatan mendatangi Kantor Kepala Bagian Pemerintahan Desa (Kabag Pemdes) Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Suhariyanto, di kompleks Setda Sragen, Rabu (8/8/2018).

Mereka mendesak Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk menunda pelantikan seluruh calon perangkat desa yang lolos seleksi serentak, Senin (6/8/2018).

Desakan itu dilakukan perwakilan peserta seleksi perdes tersebut karena ada indikasi kecurangan dalam proses pengisian perangkat desa, terutama dalam proses tes tertulis dan tes kemampuan dasar komputer.

Begitu tiba di kompleks Setda, mereka langsung menuju ruang kerja Suhariyanto. Kebetulan mantan Camat Sambirejo tersebut ada di ruang kerjanya. Mereka perwakilan Kecamatan Sambungmcan, Sambirejo, Gondang, Miri, Gemolong, Tangen, Kedawung, dan Masaran.

Koordinator peserta seleksi perdes Kabupaten Sragen, Aziz Kristianto, dalam forum yang dihadiri belasan orang itu menyampaikan para peserta tes seleksi perdes yang tidak lolos menemukan indikasi kecurangan dalam proses pengisian perdes. Dia mencontohkan di Desa Karanganyar dan Desa Toyogo, Sambungmacan, peserta seleksi dengan nilai tes tertulis tinggi justru kalah dengan peserta dengan nilai lebih rendah.

“Kami mencium adanya indikasi permainan, terutama pada tes komputer dasar, yakni Word dan Excel. Ada dua peserta yang sama-sama mengerjakan tes komputer dasar tetapi belum selesai memiliki nilai yang berbeda, yang satu mendapat 100 sementara lainnya 75. Kami masih mengumpulkan data-data yang cukup untuk bahan laporan ke Mapolres Sragen,” ujar Aziz.

Azis menambahkan maksud kedatangan rombongannya menemui Suhariyanto untuk meminta supaya Bupati menunda pelantikan perangkat desa sampai proses pelaporan ke aparat penegak hukum tuntas. Bila perlu, Aziz mengancam akan menggugat perguruan tinggi (PT) terkait ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Terpisah, koordinator calon perdes Kecamatan Sambirejo, Harmadi, menyatakan bila desakan untuk menunda pelantikan perdes tidak dikabulkan, Harmadi tidak segan-segan menggerakkan seluruh calon perdes yang tidak lolos untuk menggeruduk ke Pemkab Sragen.

Dia mengatakan kedatangan rombongannya tidak sekadar mewakili delapan kecamatan tetapi 20 kecamatan. Sebelumnya, para orang tua dan peserta seleksi perdes sebanyak 25 orang menyampaikan protes ke Pemerintah Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen, Rabu siang.

Aksi di balai desa tersebut dipicu adanya indikasi pengondisian dan dugaan permainan uang. Hal itu diungkapkan Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Sragen, Ady Sriyono.

Ady yang juga tokoh masyarakat Mojorejo mengungkapkan jumlah peserta seleksi perdes yang mendaftar ada 36 orang tetapi yang ikut tes hanya 32 orang karena empat orang lainnya gugur di persyaratan administrasi.

“Pengondisiannya berupa pemberian waktu tambahan untuk pengerjaan soal. Sementara dugaan permainan uang itu adanya indikasi setor uang senilai ratusan juta rupiah,” katanya.

Sementara itu, Kabag Pemdes Setda Sragen, Suhariyanto, menyampaikan desakan para peserta seleksi perdes itu akan disampaikan secara lisan dan lewat Whatsapp kepada Bupati dalam waktu dekat. Suhariyanto meminta ada surat resmi dari para peserta seleksi perdes tersebut sebagai dasar untuk laporan ke Bupati.