Gerindra Yakin Bupati Sragen Bukan Pengkhianat Meski Dukung Jokowi

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, bersama beberapa kepala daerah berfoto bersama Presiden Jokowi di Jakarta, Selasa (31/7 - 2018). (Istimewa)
08 Agustus 2018 22:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- DPD Partai Gerindra Jateng meyakini Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bukan lah tipikal pengkhianat meski terang-terangan mendukung Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi presiden periode 2019-2024.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, saat diwawancarai wartawan, Selasa (7/8/2018). Pernyataan mantan jurnalis tersebut menanggapi spekulasi yang berkembang di Kabupaten Sragen baru-baru ini bahwa Yuni akan kembali ke kandang banteng seiring pernyataannya mendukung Jokowi menjadi Presiden RI untuk dua periode.

"Kami masih yakin Yuni bukan tipikal pengkhianat. Makanya butuh klarifikasi," ujar dia.

Sriyanto meyakini Yuni tidak akan mengecewakan seluruh komponen Partai Gerindra yang telah berjuang habis-habisan saat pertarungan Pilkada Sragen 2015 lalu. Tapi bila memang Yuni ingin keluar dari Partai Gerindra, Sriyanto menegaskan ada mekanisme partai yang harus ditempuh.

"Semua tahu perjalanan Pilkada Sragen. Sebagai partai pengusung kami tidak tidur. Yuni tentu tak akan mengecewakan semua yang dulu lara lapa," kata dia.

Agar polemik yang muncul segera jernih, Sriyanto mengaku sudah menugaskan pengurus DPC Partai Gerindra Sragen untuk menemui Yuni. Tujuannya meminta penjelasan (klarifikasi) Yuni ihwal pemberitaan media massa yang menyebut dia mendukung Jokowi.

"Kami perlu klarifikasi yang disampaikan Mbak Yuni di media akan mendukung Jokowi benar seperti itu atau bagaimana? Yang saya baca dia kan mendukung Jokowi selaku Presiden. Tapi bila Yuni mendukung Jokowi selaku capres ya partai akan ambil sikap tegas," imbuh dia.

Tapi Sriyanto enggan membeberkan sikap Partai Gerindra bila Yuni mendukung Jokowi sebagai capres. Ditanya ihwal sikap PDIP yang siap merangkul Yuni kembali, Sriyanto enggan menanggapi. Dia beralasan tidak mau mengurusi sikap partai politik (parpol) lain.

"Partai politik membuka diri terhadap Mbak Yuni itu pasti. Apalagi Mbak Yuni adalah bupati. Partai mana pun saya pikir akan membuka diri. Tapi kami tidak ada urusan dengan partai lain. Kami tidak mau mencampuri urusan parpol lain. Kami harus melihat jernih," tambah dia.

Sriyanto menegaskan saat ini Yuni masih kader Partai Gerindra dan menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Sragen. Dia berharap DPC Partai Gerindra Sragen bisa segera bertemu Yuni untuk menjernihkan polemik yang ramai di media massa.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Sragen, Lulik Agus Sulistyanto, mengonfirmasi adanya perintah dari DPD Partai Gerindra Jateng agar segera meminta klarifikasi Yuni. Tapi menurut dia pada Selasa sore pengurus DPC Partai Gerindra Sragen sedang dipanggil DPP Partai Gerindra sehingga belum bisa melaksanakan perintah itu.

Tokopedia