Perpustakaan Tumpi Boyolali Siap Bangun Gedung Bioskop

Seorang warga beraktivitas di joglo yang dibangun sebagai ruang baca Perpustakaan Tumpi di Desa Pentur, Simo, Boyolali, Minggu (5/8 - 2018) sore. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
08 Agustus 2018 15:26 WIB Anik Sulistyawati Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Bantuan dana yang digalang Perpustakaan Tumpi digunakan untuk membangun dua gedung baru yang bakal digunakan sebagai ruang baca dan gedung bioskop. Gedung baru itu terletak di wilayah RT 014/RW 004, Desa Pentur, Simo, Boyolali. Lokasi tersebut bergeser 500 meter ke barat dari lokasi sebelumnya di RT 016/RW 004.

Perpustakaan Tumpi pertama kali dirintis warga Desa Pentur sejak Juli 2012 dengan memanfaatkan sebuah bangunan kayu bekas dapur milik seorang warga. Ruangan berukuran 70 meter persegi (m2) itu kemudian diisi dengan ratusan buku dan dicat warna-warni. Berbagai kegiatan yang menyasar anak-anak seperti membaca dan menonton film bersama kerap diadakan untuk memberi edukasi kepada masyarakat setempat.

Tokopedia

Namun, sejak awal Februari lalu kegiatan-kegiatan itu terpaksa dihentikan. Gedung perpustakaan kerap bocor saat hujan tiba. Kayu-kayu penyangga yang sudah tua juga mulai lapuk. Sejak April lalu, penggalangan dana untuk renovasi bangunan perpustakaan dilakukan lewat sebuah situs daring. Pantauan wartawan Solopos.com, Nadia Lutfiana Mawarni hingga Senin (6/8/2018) donasi terkumpul Rp126 juta.

Direktur Perpustakaan Tumpi, Joko Narimo, mengatakan jumlah itu telah melebihi terget pengelola sebesar Rp100 juta. Padahal situs tersebut masih menyediakan 52 hari tambahan waktu donasi. “Alhasil kita tidak merenovasi tapi malah membuat baru,” ujar Joko saat ditemui di Perpustakaan Tumpi, Minggu (5/8/2018) sore.

Kini Joko tengah menyelesaikan pembangunan perpustakaan baru. Dua gedung berdiri pada lahan seluas 400 m2 yang dilengkapi dengan jaringan wifi, listrik, dan air. Tanah itu merupakan aset pribadi Joko. Satu gedung berbentuk rumah berukuran sekitar 36 m2 akan digunakan sebagai perpustakaan, sementara satu bangunan berbentuk joglo berdiri di sampingnya. Joglo berukuran sekitar 100 m2 itu akan digunakan sebagai ruang publik untuk membaca, menonton film, dan ruang diskusi. Joko mengatakan kini pembangunan telah mencapai 80%. “Tinggal WC dan saluran air, kemudian pengangkutan buku dari tempat lama,” kata dia.

Joko mengatakan lewat penggalangan dana itu, Perpustakaan Tumpi ingin mengubah paradigma masyarakat dalam memandang perpustakaan. “Perpus itu kini tak harus identik dengan buku dan bangunan sederhana,” kata dia.

Perpustakaan Tumpi nantinya bakal digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Joko menambahkan gedung baru itu direncanakan dibuka pada Kamis (16/8/2018) bersamaan dengan acara malam tirakatan bagi warga Desa Pentur. Pada malam tirakatan itu, Joko sekaligus akan menggelar pemutaran sejumlah film yang pernah berjaya dalam ajang Festival Film Merdeka di Kota Bengawan.

Dia menambahkan selain sebagai perpustakaan buku, Tumpi akan menjadi perpustakaan film dengan rencana kegiatan yang bersifat berkelanjutan. Kegiatan itu berguna untuk menghidupkan perpustakaan sebagai ruang publik bagi siapa saja.