Honda Brio Terbakar Boyolali Korban Salah Sasaran?

Mobil Honda Brio hangus terbakar di tepi jalan kampung Desa Cangkringan, Banyudono, Boyolali, Jumat (3/8 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
08 Agustus 2018 18:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Aparat Polres Boyolali menduga mobil Honda Brio yang terbakar di tepi jalan Desa Cangkringan, Banyudono, Boyolali, merupakan korban salah sasaran salah satu dari dua kelompok yang terlibat keributan di Alun-alun Kidul Boyolali, malam sebelum kejadian, Kamis (2/8/2018).

Para pelaku yang merampas mobil milik Herianto, warga Desa Blagung, Kecamatan Simo, Boyolali, itu diduga salah mengira Herianto bagian dari kelompok musuh mereka. “Kemungkinan kelompok itu salah sasaran,” jelas Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Saat ini polisi sudah mengantongi identitas para pelaku perampasan mobil tersebut dan tengah memburu mereka. Willy sangat menyayangkan aksi premanisme tersebut, terlebih hal itu terjadi menjelang Asian Games dan pemilu yang membutuhkan situasi kondusif.

“Jangan main preman seperti itu. Sudah tidak zamannya. Kepada masyarakat kami juga mengimbau agar segera melaporkan kepada polisi jika ada gangguan keamanan,” imbaunya.

Mobil Honda Brio itu dirampas dari Herianto di tempat indekosnya di kawasan Boyolali kota pada Jumat (3/8/2018) dini hari. Sebelumnya, Herianto bersama pacar dan temannya menongkrong di Alun-alun Kidul Boyolali.

Saat itu ada dua kelompok orang yang terlibat keributan. Karena tak ingin tersangkut masalah, Herianto dan temannya pergi naik mobil Honda Brio menuju ke tempat indekosnya.

Namun, pada dini hari Herianto didatangi di tempat indekosnya dan mobilnya dirampas. Siangnya, mobil itu ditemukan terbakar di jalan Desa Cangkringan, Banyudono.