Gurihnya Ayam Betutu di Klaten

Ayam betutu khas Bali yang disajikan di tempat kuliner di Klaten. (Solopos - Cahyadi Kurniawan)
08 Agustus 2018 20:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sepiring nasi ayam betutu tersaji di meja. Aroma rempah-rempah tercium kuat menusuk hidung sajian dengan ayam berwarna kuning di wadah piring bambu.

Di sepiring nasi itu tersaji nasi putih, sepotong ayam betutu, plecing kangkung dan sambal serta sambal matah berisi irisan cabai rawit dan bawang merah. Untuk menambah kelezatan ditambahkan irisan juruk purut.

Tokopedia

Ayam kampung yang dikenal bertekstur daging liat tak terasa saat dinikmatinya. Dagingnya mudah dipisahkan dari tulang begitu dicuil pakai tangan atau digigit. Rasa gurih dengan rempah-rempah yang kuat memenuhi seluruh rongga mulut. Ada kesan pedan dan asam dari sambal matah yang menjadi ciri khas ayam betutu.

Yang khas itu sambal matahnya. Itu identik Bali banget,” kata pemilik Warung Nyoman, Nyi Nyoman Anom Sri Wardani, 43, saat ditemui Solopos.com di warung makan miliknya, Dukuh Gayamprit, RT 001/RW 008, Desa Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (8/8/2018).

Kekuatan ayam betutu terletak di bumbu dan teknik memasak. Ayam ini bisa dibilang semua jenis rempah masuk atau biasa disebut basa gede atau bumbu besar. Teknik memasak dengan cara diungkep setelah direndam bumbu betutu sekitar dua jam. Teknik memasak yang panjang membutuhkan waktu 3–4 jam membuat kuliner khas Bali ini biasa dibikin untuk keperluan upacara. “Kalau ayamnya saya biasa pakai ayam kampung supaya lebih kuat citarasanya,” imbuh dia.

Di warung makan berlokasi persis depan kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLKH) Klaten ini menjadi tempat favorit makan siang para kepala desa di Kecamatan Klaten Selatan dan sekitarnya termasuk camat-camat. Tak mau ketinggalan, sejumlah pekerja dan aparatur sipil negara juga mengabiskan waktu makan siangnya di sana. “Biasanya mereka menikmati nasi campur. Isinya ada ayam suwir, lawar, dan lainnya,” beber Nyoman.

Nyoman menuturkan Warung Nyoma denga nmenu khas ayam betutu kali pertama dibuka pada pertengahan Februari 2018. Pembukaan warung itu bermula saat banyak teman-temannya datang ke rumah. Setiap datang, ia menjamu dengan ayam betutu buatannya. Teman-temannya berkomentar suka kendati kuliner ini bertolak belakang dengan kuliner Jawa yang akrab dengan kesan manis. “Lidah orang Jawa pun bisa menerima masakan ini. Saya lalu bikin warung makan ini,” ujar dia.

Dalam sehari, Warung Nyoman bisa menghabiskan hingga 20 ekor ayam. Jika ada pesanan atau hari-hari khsusus permintaan melonjak hingga 40 ekor per hari. Ayam betutu bikinannya bisa dibilang yang pertama di Klaten. “Awalnya hobi memasak tadi dan kebetulan ada suka. Sepertinya yang pertama sih di Klaten,” ujar perempuan asli Bali itu.

Salah satu penikmat ayam betutu, Bayu Maulana, 23, mengaku ayam betutu di Warung Nyoman memiliki rasa yang unik. Rasa gurih yang dominan bercampur dengan pedas dan asam. Bagian yang paling disukai adalah daging ayam yang mudah dilepas dari tulangnya. “Kalau dibanding masakan Jawa memang beda banget ya. Manis di ayam betutu enggak terasa sama sekali. Tapi enak,” ujar dia di sela-sela makan siangnya.