Jembatan Diperlebar, Warga Tak Lagi Memutar

Bupati Juliyatmono, dan Dandim 0727 Letkol (Inf) Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum, meninjau jembatan di Desa Blorong, Jumantono, Rabu (8/8/2018)./Istimewa - Dokumentasi Kodim 0727 Karanganyar
08 Agustus 2018 20:55 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Warga Desa Blorong, Jumantono, Karanganyar bergembira. Sebagian orang berkumpul di Lapangan Desa Blorong untuk mengikuti upacara. Sebagian lain menunggu di dekat jembatan penghubung antarkecamatan, yakni Desa Blorong, Jumantono dengan Kelurahan Bolong, Karanganyar.

Mereka menunggu rombongan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum, Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, dan lain-lain meresmikan jembatan. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II 2018 sudah rampung. Program mulai 10 Juli hingga 8 Agustus 2018. Sasaran fisik adalah mengecor jalan, membangun jembatan, dan sepuluh unit RTLH.

Begitu rombongan datang, warga yang sudah berjajar di tepi jalan sekitar jembatan semringah. "Sejak pagi sudah menunggu. Senang enggak muter lagi saat bawa panen. Bisa hemat waktu, duit. Jalan jadi lebar. Dulu kendaraan tidak bisa bersimpangan," kata warga sekitar, Wagiyem, 45, saat berbincang dengan wartawan di sela-sela menunggu kedatangan rombongan, Rabu (8/8/2018).

Selain meninjau jembatan dan jalan, rombongan juga mengecek hasil pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH). Salah satu penerima bantuan rehab RTLH, warga Dusun Randusari, RT 001/RW 009, Desa Blorong, Wagiyo, 54. Dia mengungkapkan rasa syukur rumahnya lebih baik dan nyaman dibandingkan dahulu.

"Saya enggak keluar uang untuk bangun rumah. Pak Tentara yang membangun, empat orang. Saya paling ngasih teh dan makanan seadanya. Singkong rebus, kacang. Sekarang, keramik, latar disemen, atap genting diperbaiki," ujar dia.

Rombongan meninjau hasil pembangunan program TMMD Sengkuyung Tahap II 2018 seusai upacara penutupan TMMD di lapangan desa. Total anggaran yang digunakan Rp663,9 juta. Dana dari APBD Provinsi Rp177,2 juta, APBD Kabupaten Karanganyar Rp300 juta, dan APBD Kabupaten Karanganyar untuk RTLH Rp100 juta. Dari nominal itu, anggaran swadaya masyarakat Rp86,7 juta. Warga dilibatkan pada program TMMD bukan dalam bentuk uang melainkan tenaga.

Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum, berharap program TMMD menjadi sarana efektif mendekatkan prajurit TNI dengan rakyat. "Program itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat," tutur Dandim saat memberikan sambutan pada upacara penutupan TMMD.