Rumah Batik di Solo Ini Bikin Batik Teks Proklamasi, Penasaran?

Pekerja menyelesaikan pewarnaan kain Batik Kamardikan di Batik Mahkota Laweyan, Solo, Kamis (9/8/2018). (Solopos - M. Ferry Setiawan)
09 Agustus 2018 18:59 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Dian Primadika tampak serius mengoleskan pewarna batik pada pola yang sudah direntangkan di meja khusus, di rumah batik Batik Mahkota Laweyan, Solo, Kamis (9/8/2018). Dia sedang menyelesaikan batik edisi spesial HUT kemerdekaan RI.

Berbekal alat berupa busa yang diikat pada kayu yang kemudian dicelup pewarna, dia berupaya untuk menyelesaikan proses pewarnaan batik teks proklamasi yang dibuat dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tokopedia

Teks proklamasi dibuat dengan desain sesuai teks aslinya, yaitu membentuk tulisan tangan. Namun teks tersebut dibingkai dengan motif batik, dengan motif burung garuda di sisi atasnya. Saat ini proses pewarnaan yang dilakukannya baru pada dasar batik sisi atas, burung garuda serta sebagian motif batik pada bingkai sisi atas.

Dalam melakukan pewarnaan tersebut dia tidak sendiri. Ada beberapa siswi SMK 9 Solo yang juga ikut membantu. Sesekali Dian membuka gadget untuk melihat desain batik teks proklamasi tersebut.

Kepada solopos.com dia juga menunjukkan desain tersebut. Bingkai teks proklamasi dibuat dengan memadukan motif batik dari berbagai daerah. Mulai dari batik Jogja, batik Solo, kalimantan dan sebagainya.

"Ini Papua [sambil menunjuk motif burung cenderawasih dan tifa]. Ini motif Jakarta [menunjuk motif ondel-ondel]. Ini motif dari berbagai daerah di Indonesia," papar salah satu tenaga pembatik di Batik Mahkota Laweyan tersebut. Menurutnya, pembuatan batik teks proklamasi ini merupakan pengalaman pertamanya. Kesabaran dibutuhkan dalam pembuatan batik tersebut.

Pemilik Batik Mahkota Laweyan, Alpha Fabela Priyatmono, mengatakan penggabungan motif batik dari berbagai daerah tersebut untuk menggambarkan keragaman di Indonesia.

"Kami berupaya menampilkan sebagian motif batik yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki motif khas, kami hanya mengambil sebagian. Saya menyebutnya ini motif kamardikan [kemerdekaan]," tutur dia saat berbincang dengan solopos.com di rumahnya, Kamis.

Batik teks proklamasi dibuat di atas kain berukuran 3 m x 5 m. Menurut Alpha, batik proklamasi tidak untuk dijual. Batik tersebut akan menjadi koleksi pribadi. "Ini menyalurkan hobi kami saja. Ini juga bentuk apresiasi dari kami orang-orang batik [untuk kemerdekaan Indonesia]," kata dia.

Pembuatan batik teks proklamasi telah dilakukan sejak tiga pekan lalu. Sepekan pertama dilakukan untuk membuat desain batik. Ditargetkan karya tersebut sudah selesai pada hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus nanti.