Rumah Sambungmacan Sragen Terbakar saat Ditinggal ke Sawah

Rumah milik Darno, 65, warga Dukuh Bolo, Banaran, Sambungmacan, Sragen, terbakar, Kamis (9/8 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
09 Agustus 2018 12:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Rumah milik pasangan suami istri, Darno, 65, dan Sumiyem, 58, di Dukuh Blolo RT 006/RW 002, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, terbakar saat ditinggal ke sawah, Kamis (9/8/2018) pagi.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut namun rumah pasangan itu ludes berikut isinya dengan total kerugian mencapai Rp75 juta. Kapolsek Sambungmacan AKP Joko Widodo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Kamis siang, menyampaikan kronologi berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadi.

Saksi Ahmad Hadi Munawar Juwadi, 55, awalnya melihat asap mengepul di bagian atap rumah. Saat memasuki rumah, Ahmad kaget karena kasur di ruang belakang sudah terbakar.

Ahmad pun berteriak meminta tolong warga sekitar untuk memadamkan kebakaran tersebut. Warga berdatangan sembari menyelamatkan barang-barang milik Darno.

Karti, 47, warga lainnya, juga berteriak meminta tolong untuk memadamkan api di rumah Darno. Ia berusaha memadamkan api menggunakan air jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dari rumahnya.

Setelah itu datang warga lainnya yang membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang. “Pemilik rumah saat kebakaran baru pergi ke sawah. Saat pergi ia tidak menyalakan kompor, obat nyamuk, atau rokok, maupun lampu. Darno berangkat ke sawah sekitar pukul 05.00 WIB. Sementara istrinya, Sumiyem, juga pergi untuk bekerja sebagai buruh tandur di sawah bersamaan dengan Darno. Jadi penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar Joko.

Joko menjelaskan bangunan yang terbakar yakni rumah bagian belakang, bagian dapur, dan tumpukan jerami dekat dapur. Sementara barang-barang yang terbakar antara lain uang tunai Rp1,8 juta milik Sumiyem dan Rp700.000 milik Darno yang semuanya disimpan di lemari.

Selain itu surat-surat berharga, seperti dua BPKB dan sertifikat tanah juga hangus terbakar. Dia menyatakan kerugian material akibat kebakaran itu mencapai Rp75 juta.

Dia mengatakan pemadaman dilakukan dengan bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran. Dia menyampaikan api berhasil dipadamkan pada pukul 09.30 WIB.

Setelah api padam tim identifikasi Polres Sragen bersama Polsek Sambungmacan melakukan olah kejadian perkara. “Hasil identifikasi tersebut ditemukan kesimpulan bila kebakaran yang melanda rumah Darno diduga karena korsleting pada pesawat televisi,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan beberapa harta milik Darno berhasil diselamatkan, seperti sapi, motor, gabah, dan perabot rumah tangga lainnya.

“Korban termasuk keluarga miskin sehingga BPBD mengirimkan bantuan berupa pakset sembako, selimut, peralatan makan, terpal, dan sandang,” tambahnya.