Tekan Kemiskinan, Wonogiri Mesti Pro Investasi

Kuliah umum bertema Mencetak Generasi Islami yang Siap Berkompetisi di Era Revolusi Industri 4.0, di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri, Sabtu (4/8 - 2018). (Ist)
09 Agustus 2018 15:43 WIB Hijriyah Al Wakhidah/* Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri, Edy Santoso, menyatakan Wonogiri sebagai wilayah proinvestasi dengan memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk berinvestasi.

Pernyataan Edy disampaikan pada Kuliah Umum Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri, di aula kampus setempat, Sabtu (4/8/2018).

Tokopedia

Kulaih umum bertemakan Mencetak Generasi Islami yang Siap Berkompetisi Di Era Revolusi Industri 4.0, Wabup meminta mahasiswa sebagai generasi penerus Bangsa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

"Angka kemiskinan di Wonogiri masih sangat tinggi. Pada tahun 2017 masih 12,90%. Berbagai cara dilakukan untuk menekan angka kemiskinan termasuk proinvestasi," terang Edy.

Menurut Edy, Pemkab Wonogiri juga sedang berusaha menuju era digital dengan memanfaatkan IT, termasuk peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan penyiapan infrastruktur. Perangkat desa, imbuhnya, dituntut mampu menguasai IT karena mengarah kepada online.

Edy berharap mahasiswa memiliki kemampuan dan kelihaian di bidang IT. Kemampuan tersebut tidak hanya urusan bermain WhatsApp, gim, dan mengetik di komputer. Namun, lebih dari pemanfaatan aplikasi teknologi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Ketua Staimas, Bramastia, menyampaikan tujuan kuliah umum di antaranya mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Kehadiran Wabup diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa.

Pembina Yayasan Karya Emas Center yang menaungi Staimas Wonogiri, Endang Maria Astuti, menuturkan kampus Staimas tidak hanya sekedar ajang pertemuan antara dosen dan mahasiswa. Staimas diharapkan mampu memberikan kontribusi dengan melahirkan generasi intelektual yang kreatif dan inovatif.

"Staimas harus mampu melahirkan generasi muda, generasi Islami yang berkarakter. Yang menjadikan Bangsa kuat adalah generasi muda yang berkarakter," ucapnya.