Satu Lagi Peternakan Babi Watugede Jatisrono Ditutup

Pemilik peternakan babi, Hartono (kanan) dan Sulardi (dua dari kanan) menandatangani surat peryantaan penutupan kandang babi yang disaksikan oleh Camat Jatisrono, Endrijo Rahardjo (kiri) di Balai Desa Jatisrono, Kamis (9/8/2018). (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
09 Agustus 2018 18:46 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Satu lagi peternakan babi di Dusun Watugede RT 009/RW 003, Desa Jatisrono, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri ditutup paksa setelah mendapat protes dari warga.

Protes tidak hanya dari warga dusun setempat namun juga desa tetangga, tepatnya Dusun Brumbung, Desa Watangsono. Warga bereaksi setelah peternakan babi yang berada di RT 010/RW 003 juga ditutup pada Juli lalu.

Peternakan babi di RT 009 diketahui milik warga Dusun Joho, Hartono dan Sulardi. Peternakan babi telah menyebabkan pencemaran udara karena menimbulkan bau tak sedap.

Warga pun kemudian berinisiatif melaporkan aktivitas peternakan babi tersebut kepada pemerintah desa dan Camat Jatisrono, Endrijo Raharjo, hingga akhirnya digelar musyawarah antara warga dengan pemilik peternakan babi, di Balai Desa Jatisrono pada Kamis (9/8/2018) pagi.

Hasil musyawarah adalah memberikan waktu tiga bulan kepada Hartono dan Sulardi untuk menutup kandang babi.

Mediasi yang dihadiri oleh Kepala Desa Jatisrono, Mulyadi, berlangsur lancar dan tanpa perdebatan. Pemilik peternakan babi, Hartono, mengakui kesalahannya karena belum memiliki izin untuk mendirikan ternak babi.

Ia juga meminta maaf kepada seluruh warga yang telah dirugikan akibat ternak ratusan ekor babinya. Sulardi juga menerima putusan tersebut. Ia akan menghormati surat perjanjian yang telah ditandatangani materai dengan disaksikan kepala desa dan camat setempat.

Endrijo Rahardjo menilai mediasi antara warga dan peternak babi telah menghasilkan putusan yang baik.

Putusan yang sama dengan kasus sebelumnya juga memberi waktu pada peternak babi untuk menjual babinya sehingga peternak tidak mengalami kerugian yang cukup banyak.

Ia juga mengimbau pada peternak membuat paguyuban peternak babi dan lokasi peternakan berada di lain tempat yang jauh dari permukiman dengan memperhatikan aspek-aspek baik perizinan maupun lingkungan.

Limbah juga hendaknya dikelola dengan baik.