Begini Cara Pekerja Usir Kelelawar dari Omah Lowo Solo

Rumah Lowo di Jl. Slamet Riyadi Purwosari, Laweyan, Solo, direvitalisasi, Rabu (8/8 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
10 Agustus 2018 17:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Selama bertahun-tahun omah lowo di perempatan Solo Center Point (SCP) Purwosari, Solo, dihuni kelelawar atau lowo. Tentunya tidak mudah mengusir hewan-hewan itu yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan mungkin ribuan ekor itu.

Para pekerja revitalisasi bangunan cagar budaya peninggalan zaman Belanda harus bekerja ekstra keras menghalau lowo-lowo itu. Mengusir binatang malam itu menjadi tantangan berat pertama yang harus dihadapi pekerja sebelum memulai proyek revitalisasi bangunan yang rencananya dipakai untuk showroom Batik Keris.

Tokopedia

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (8/8/2018), pekerja memasang jaring seperti yang biasa dipakai untuk menangkap ikan di pintu-pintu dan jendela omah lowo. Tujuannya menghalau kelelawar-kelelawar itu agar tak bisa masuk ke dalam bangunan yang dikenal juga sebagai Gedung Veteran tersebut.

Bau kotoran kelelawar dari gedung itu selama ini sangat menyengat dan mengganggu warga sekitar atau orang yang lewat di dekat gedung itu.

Petugas keamanan Rumah Lowo, Isyak, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu, mengungkapkan revitalisasi dilakukan sejak Senin (6/8/2018) dengan membongkar semua genting rumah dan memasang jaring ikan untuk mengusir kelelawar. Revitalisasi ini mendapatkan pendampingan langsung dari BPCB Jateng.

Pendampingan dilakukan agar revitalisasi tidak mengubah desain bangunan utama karena berstatus BCB. “Saya kurang tahu kapan revitalisasi fisik dimulai. Namun, dari pemilik sudah melakukan sosialisasi kepada warga setempat terkait pemanfaatan Rumah Lowo ke depannya,” kata dia.

Lurah Purwosari, Aris Nugroho, mengungkapkan pemerintah kelurahan menerima pemberitahuan dari Batik Keris terkait rencana pemanfaatan Rumah Lowo. Sosialisasi beberapa kali dilakukan bersama warga terkait rencana Batik Keris menjadikan Rumah Lowo menjadi showroom.

“Sesuai sosialisasi bangunan utama rumah akan dijadikan showroom produk Batik Keris. Sementara di bagian selatan rumah kuno akan dibangun pusat kuliner. Saya mewakili warga Purwosari sangat setuju dengan rencana itu,” ujar Aris saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Ia memperkirakan revitalisasi selesai sampai akhir tahun ini dan bisa dimanfaatkan mulai 2019. Aris berharap keberadaan Rumah Lowo baru nanti bisa meningkatkan ekonomi warga dan menjadi tempat unggulan baru bagi wisatawan Kota Solo.