Kemendag Batal Danai Pasar Klewer Timur Solo, Ini Alasannya

Lahan bekas Pasar Klewer timur. (Solopos/Dok)
10 Agustus 2018 19:15 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) batal mendanai revitalisasi Pasar Klewer timur Solo. Sebelumnya Kemendag menjanjikan dana bantuan senilai Rp57 miliar untuk pembangunan kembali Pasar Klewer timur yang sudah dibongkar sejak akhir tahun lalu.

Hasil konsultansi anggota Komisi III DRPD Kota Solo ke kementerian yang dipimpin Enggartiasto Lukita itu beberapa waktu lalu menyebutkan Kemendag mendapat mandat untuk mengoptimalkan anggaran di kementerian tersebut. Sesuai aturan, Kemendag hanya berwenang menganggarkan pembangunan pasar tipe D.

Tokopedia

Dana bantuan pembangunan untuk pasar tipe D maksimal hanya Rp6 miliar. Sebagai gantinya, dalam konsultasi tersebut Kemendag menyarankan Pemkot Solo untuk mencari dana ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, kepada Solopos.com, Jumat (10/8/2018), mengatakan bantuan anggaran senilai Rp57 miliar untuk Pasar Klewer timur terlalu besar untuk Kemendag. Dengan anggaran tersebut, Kemendag busa memperbaiki 10 pasar tradisional tipe D.

"Kalau berharap dari sana [Kemendag], kemungkinannya sangat kecil,"
tutur politikus PKS tersebut.

Kemendag sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan ada peluang mendapat anggaran dari Kementerian PUPR.

"Karena dianggap ahli konstruksi, ada aturan anggaran dan pengerjaan proyek diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian PUPR. Kalau itu bisa diakses, saya yakin pembangunan bisa dilaksanakan dengan cepat," tuturnya.

Menurutnya, penjelasan Kemendag menjadi solusi atas permasalahan anggaran pembangunan Pasar Klewer sisi timur dengan memasukkan anggaran pembangunan melalui Kementerian PUPR pada APBN 2019. Komisi III DPRD Solo sudah menyampaikan informasi tersebut kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo.

"Kami berharap Disdag segera menjalin komunikasi dengan Pusat, dengan Kemendag dan mempersiapkan segalanya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang [PUPR] Kota Solo. Saya kira Wali Kota bisa menindaklanjuti peluang ini dan mengonkretkan keputusan itu di Kementerian PUPR," katanya.

Kepala Disdag Solo, Subagiyo, menyatakan akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Solo lalu menyampaikannya kepada Wali Kota Solo. Setelah itu, Disdag akan menyiapkan permohonan dalam bentuk proposal. Peluang tersebut akan ditindaklanjuti sesegera mungkin.

"Pembangunan Pasar Klewer sisi timur, dana dari mana pun, yang jelas kami sangat membutuhkan," tuturnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Dinas Perdagangan Solo juga menempuh alternatif lain yakni ngider tampah ke BUMN-BUMN untuk meminta bantuan pembangunan Pasar Klewer timur lewat program corporate social responsibility (CSR).