Calon Perdes Sragen Minta Hasil Tes ke AUB Solo Tapi Gagal

Peserta tes calon perangat desa (caperdes) Sragen menemui perwakilan LPPM STIE AUB di Kantor Pusat STIE AUB Solo, Jumat (10/8 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
10 Agustus 2018 18:26 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Puluhan peserta tes calon perangkat desa (caperdes) di Sragen meminta klarifikasi hasil seleksi rekrutmen caperdes 2018 ke Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Adi Unggul Bhirawa (AUB) Solo, Jumat (10/8/2018).

Namun Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) AUB Solo yang menerima para peserta tes caperdes Sragen tidak bersedia memenuhi permintaan tersebut.

Hal itu membuat kecewa para peserta tes caperdes yang berasal dari sejumlah desa di Sragen, seperti Desa Banaran, Miri, Toyogo, Masaran, Gesi, Karanganyar, Gemolong, dan Kalijambe, yang mendatangi kampus STIE AUB Solo, Jumat.

Untuk diketahui, AUB Solo merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen untuk mengadakan tes caperdes 2018.

Kedatangan para peserta tes caperdes Sragen ke AUB Solo didampingi Azis Kristanto, Warno, Harmadi, dan Mbah Gino dari Gerakan Peduli Masyarakat Sragen (GPMS).

“Kami kecewa dengan AUB yang tak bersedia menunjukkan hasil tes caperdes Sragen. Peserta tes mempunyai hak untuk melihat hasil tes karena ada indikasi kecurangan,” kata Azis kepada solopos.com sesuai pertemuan.

Kalau memang AUB bekerja sesuai standard operating procedure [SOP], lanjut dia, seharusnya bersedia menunjukkan hasil tes kepada peserta caperdes.

“Bila terbukti ada kecurangan agar dilakukan tes ulang. Seperti dilakukan UMS [Universitas Muhammadiyah Surakarta],” ungkap Aziz.

Diberitakan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMS saat menerima pengaduan peserta tes caperdes Sragen menyatakan bersedia mengulang tes seleksi bila memang ada bukti penyimpangan.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan LP3M di aula lantai III kantor AUB Solo, perwakilan peserta tes caperdes Sragen mengungkapkan kejanggalan pelaksanaan tes yang difasilitasi AUB.

“Saat mengerjakan tes Word dan Excel, tulisan saya tidak bisa diedit sehingga menjadi kacau,” kata warga Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen, Yudi Ananda.

Dia yang mendaftar sebagai perangkat desa Kabayan mempertanyakan hasil nilai Word dan Excel yang tidak langsung muncul seperti tes pengetahuan umum.

“Saat dimumumkan nilai Word dan Excel saya hanya 25 sehingga tak lolos. Padahal saya lulusan lembaga komputer jadi tak bodoh lah,” jelas dia dengan nada tinggi.

Peserta lainnya, Erna Lestari, mengungkapkan saat mengerjakan tes Word dan Excel di komputer sempat beberapa kali off.

“Demikian pula saat mengerjakan soal umum di komputer empat kali hang. Selain itu jawaban yang saya ketik A keluarnya C,” ungkap dia.

Ketua LP3M AUB Solo, Ahmad Khoirudin, mengatakan selaku penyelanggara mendengarkan dan menerima pengaduan para peserta tes.

“Kami sudah bekerja sesuai regulasi yang ada dalam memorandum of understanding [MoU] dengan Pemkab Sragen. Kami tak ada tendensi apa pun. Kalau untuk tes ulang akan koordinasikan dengan pimpinan AUB,” ujar dia.