Harga Sapi Naik Rp2 Juta Per Ekor

Pemeriksaaan hewan kurban. (Solopos.com/M.Ferri Setiawan)
10 Agustus 2018 22:53 WIB Akhmad Ludiyanto Solo Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Harga sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali Kota naik rata-rata Rp1,5 hingga Rp2 juta per ekor. Sejumlah pedagang menilai kenaikan tersebut masih wajar meskipun Hari Raya Idul Adha sudah dekat.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari pedagang pasar tersebut, Jumat (10/8/2018) harga sapi berukuran sedang yang sebelumnya dijual senilai Rp16 juta kini menjadi sekitar Rp17,5 juta. Sedangkan sapi yang biasanya dijual Rp18 juta kini dhargai sekitar Rp20 juta.

 “Menjelang Hari Raya Kurban ya pasti harganya naik. Yang tadinya Rp16 juta sekarang Rp17,5 juta, yang tadinya Rp18 juta sekarang ya jadi Rp20 juta,” kata Sumanto, 48, seorang pedagang sapi asal Cepogo, Boyolali.

 Menurutnya, kenaikan harga sapi tersebut dinilai wajar karena menjelang Hari Raya Idul Adha kebutuhan masyarakat atas sapi untuk berkurban meningkat. Selain itu, kenaikan harga tersebut juga dinilai tidak terlalu drastis. “Ya masih wajar lah. Mungkin nanti mendekati hari-H naiknya lebih banyak,” kata dia.

Sementara itu, pedagang lain asal Kiringan, Boyolali Kota, Irawan mengatakan hal senada dengan Sumanto. Menurutnya, harga sapi naik rata-rata Rp1,5-Rp2 juta per ekor. “Ya segitu [Rp1,5-Rp2 juta] lah naiknya. Masih belum begitu tinggi dibandingkan hari-hari biasa,” ujar dia.

Pedagang yang biasa berjual-beli sapi Brenggolo ini menambahkan, sekarang banyak pedagang dari luar daerah yang mencari sapi di Boyolali untuk dijual kembali di daerah lain. Namun sebagian pedagang belum melakukan pembelian. Mereka melakukan pengamatan untuk mendapatkan sapi-sapi dengan harga yang dirasa sesuai.

Di sisi lain, permintaan dari luar daerah terhadap sapi-sapi Boyolali dirasakan menurun dibandingkan tahun lalu, Tono, pedagang sapi asal Ampel mengatakan, menjelang Idul Adha seperti saat ini permintaan dari Jakarta pada tahun lalu mencapai 200 ekor. Namun tahun ini dia baru mengirim 150 ekor. “Biasanya saya kirim 200 ekor, tahun ini 150. Saya enggak tahu ini kenapa. Mungkin pekan depan ada permintaan lagi,” ujarnya.

Menurutnya, sapi-sapi untuk Jakarta itu ia peroleh tak hanya dari Boyolali, tetapi juga dari Jawa Timur. “Ya kalau dari Boyolali saja tidak cukup, makanya saya juga ambil dari Jawa Timur,” imbuh pria bercambang ini.