Gara-Gara Ini PKL Car Free Day Solo Bingung

Proyek perbaikan drainase city walk mulai Gladak sampai Nonongan kembali berjalan. Foto diambil Jumat (10/8 - 2018). Solopos/Nicholous Irawan
10 Agustus 2018 22:55 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Pedagang kali lima (PKL) di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi tak bisa memakai lahan di city walk yang selama ini digunakan. Mereka ingin mencari tempat lain tapi sulit karena sebagian besar ruang sudah dipakai.


Sejumlah PKL CFD Jl. Slamet Riyadi mendatangi Kantor Dinas Perdagangan (Disdag)  Solo pada Kamis (9/8/2018), salah satunya untuk menyampaikan hal tersebut. Sekretaris Paguyuban Gawe Rejo, Eko Adi Nugroho, mengatakan sejumlah PKL CFD kaget ketika mendapati city walk Jl. Slamet Riyadi ruas perempatan Nonongan hingga patung Slamet Riyadi mulai dibongkar pada Minggu (5/8/2018).

Tokopedia


Mereka harus mencari tempat berjualan lain agar bisa tetap menggelar dagangan di area CFD. "Pembangunan gorong-gorong di city walk Solo yang baru dikerjakan ini tidak ada sosialisasi sama sekali kepada kami. Kami mohon lain waktu instasi terkait bisa melakukan pemberitahuan dulu kepada PKL sebelum mengerjakan proyek,” terang Eko saat diwawancarai solopos.com setelah pertemuan, Kamis.


Dia berharap Pemkot peduli pada nasib pedagang yang telanjur menyiapkan dagangan. Di sisi lain, PKL tidak bisa asal pindah berjualan karena akan mengganggu PKL lainnya. “Kasihan pedagang yang terlanjur masak tapi saat tiba di tempat ternyata enggak bisa jualan. Pedagang kan tidak bisa asal pindah tempat. Mereka harus mencari tempat yang masih kosong. Kemungkinan besar ada ya Gendengan ke barat," ujar dia.


Selain soal proyek drainase, PKL area CFD Jl. Slamet Riyadi juga menyampaikan aspirasi soal kemungkinan eksodus PKL Sunday Market Manahan ke area CFD Jl. Slamet Riyadi akibat terdampak proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan Solo. "Kami sharing saja. Pada intinya kami siap saja mengakomodasi PKL Sunday Market tapi di Gendengan ke barat," kata dia.


Kepala Bidang (Kabid) PKL Disdag Solo, Didik Anggono, meminta pengertian PKL terkait proyek pembangunan drainase city walk. Dia meminta PKL sementara waktu pindah berjualan. Disdag membebaskan PKL pindah berjualan di mana saja asal tidak di jalur lambat dan badan Jl. Slamet Riyadi.