200 Keluarga Tawangsari Sukoharjo Butuh Bantuan Air Bersih

Ilustrasi air bersih (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
10 Agustus 2018 16:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Krisis air bersih tak hanya dialami sebagian besar warga di wilayah Kecamatan Weru, Sukoharjo. Kini, sedikitnya 200 keluarga di wilayah Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, juga mulai kesulitan mendapatkan air bersih lantaran debit air sumur galian menyusut drastis.

Ratusan warga yang krisis air bersih tersebar di RT 003 dan RT 004, Dusun Watulumbung, Desa Watubonang, Tawangsari. Selama ini, mereka mengandalkan air sumur galian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan memasak. Debit air sumur galian menyusut sejak sebulan lalu.

Tokopedia

Alhasil, ratusan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Debit air sumur galian menyusut sehingga tak bisa dimanfaatkan warga setempat. Kalau pun ada debit airnya sangat kecil. Tak bisa untuk memenuhi kebutuhan air ratusan keluarga,” kata Kepala Desa Watubonang, Joko Sehono, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (10/8/2018).

Sejatinya, perangkat desa dan warga setempat pernah membangun sarana Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) beberapa tahun lalu. Namun, debit air Pamsimas sangat kecil sehingga proyek pembangunan Pamsimas tak dilanjutkan.

Biasanya, saat musim kemarau warga setempat menyimpan air bersih di tempat penampungan air. “Sekarang warga hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih yang dikirim Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Sukoharjo maupun donator untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ujar dia.

Joko belum mengajukan permohonan permintaan bantuan air bersih ke BPBD Sukoharjo. Namun, tak menutup kemungkinan Joko bakal mengajukan permohonan permintaan bantuan air bersih pada pekan depan.

Joko menambahkan kondisi geografis Dusun Watulumbung terletak di lereng Gunung Taruwongso. “Rumah penduduk terletak di perbukitan dan tidak ada sumber air di wilayah Dusun Watulumbung. Mudah-mudahan bantuan air bersih segera dikirim sehingga warga tak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.”

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Alam BPBD Sukoharjo, Sarwiji, menyatakan Dusun Watulumbung, Desa Watubonang merupakan salah satu daerah langganan krisis air bersih saat musim kemarau. Sarwiji segera mengatur jadwal pengiriman mobil tangki air bersih ke wilayah itu.

“Ada pengiriman bantuan air bersih dari komunitas cinta lingkungan ke Desa Ngreco, Kecamatan Weru, pada Minggu (12/8/2018). Kami juga bakal mengirim bantuan air bersih ke Desa Watubonang,” kata dia.