Calon Perdes Tanon Sragen Serbu Balai Desa Tuntut Tes Ulang

Sejumlah peserta seleksi perdes Tanon, Sragen, beraudiensi dengan Kades Tanon, Ali Mahmudi, Jumat (10/8 - 2018) siang. (Solopos/Kurniawan)
10 Agustus 2018 19:35 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah peserta seleksi perangkat desa (perdes) di Desa/Kecamatan Tanon, Sragen, mendatangi balai desa setempat, Jumat (10/8/2018).

Kedatangan mereka untuk menyatakan sikap penolakan terhadap hasil tes dan menuntut digelarnya tes ulang. Mereka menolak hasil tes lantaran dinilai sarat permainan dan pengondisian oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Tokopedia

Pantauan Solopos.com, rombongan peserta seleksi perdes diterima Kepala Desa (Kades) Tanon, Ali Mahmudi. Setelah menyampaikan maksud kedatangan mereka, rombongan peserta seleksi perdes menyerahkan surat pernyataan sikap mereka.

Surat tersebut ditandatangani salah seorang perwakilan calon perdes Tanon, Aditya, dan mendapat dukungan tanda tangan dari 14 calon perdes lainnya. Surat pernyataan sikap tersebut juga ditembuskan kepada Kapolsek dan Camat Tanon.

Salah seorang peserta seleksi perdes Tanon, Indra Wahyudi, saat diwawancarai wartawan mengatakan kedatangan calon perdes ke Balai Desa Tanon untuk menyerahkan surat pernyataan sikap menolak hasil tes perdes.

Surat itu ditujukan kepada Kades Tanon sebagai tembusan. Sedangkan surat pernyataan sikap itu sendiri sejatinya ditujukan kepada panitia seleksi perdes Tanon. Penyerahan surat itu kepada panitia Desa Tanon sudah dilakukan Kamis (9/8/2018) lalu.

“Hari ini [Jumat] kami ke balai desa bertemu dengan Pak Kades untuk menyerahkan surat tembusan pernyataan sikap kami yang menolak hasil tes. Kemarin [Kamis] kami sudah serahkan surat yang sama kepada panitia tingkat desa,” tutur dia.

Rencananya pada Jumat perwakilan seleksi perdes Tanon akan menyerahkan surat tembusan pernyataan sikap mereka kepada Kapolsek Tanon dan Camat Tanon. Ihwal penyebab mereka menolak hasil tes menurut dia karena ada indikasi kecurangan.

“Menurut kami ada indikasi-indikasi praktik yang tidak sesuai aturan. Kami sudah sampaikan ini kepada panitia desa. Sebelum tes kami juga sudah melayangkan mosi tidak percaya kepada panitia seleksi perdes tingkat desa,” sambung Indra.

Mosi tidak percaya dilayangkan karena beredar rumor ada anggota panitia desa yang menawarkan jasa dapat meloloskan peserta seleksi perdes. “Ada oknum yang menawari beberapa peserta seleksi, menjanjikan lolos tes,” kata dia.

Sementara itu, Kades Tanon, Ali Mahmudi, saat diwawancarai Solopos.com, Jumat, mengatakan di desanya ada tiga lowongan perdes yaitu Kadus III, kasi pemerintahan, dan kasi keuangan. Dari tiga lowongan tersebut tercatat ada 27 peserta seleksi.

Setelah dilakukan penjaringan melalui tes oleh pihak ketiga, STIE AUB Solo, didapat tiga peserta seleksi yang dinyatakan lolos untuk mengisi tiga lowongan itu. Ihwal adanya penolakan hasil tes dari sebagian peserta tes, dia memaklumi.

Ali mengaku pernah berada dalam posisi yang sama beberapa tahun lalu. Selama tahapan penjaringn dan penyaringan calon perdes Tanon dia mengaku membatasi diri untuk ikut campur lantaran sudah ada panitia yang menjalankan tahapan tersebut.

Kepanitiaan seleksi perdes Tanon diisi orang-orang yang cukup kompeten dan profesional. “Mereka adalah tokoh-tokoh yang berkompeten, pas di bidangnya. Istilahnya PDLT mereka terbaik,” tutur Ali.