Desa Taji Klaten Mau Bikin Rest Area di Jalan Jogja-Solo

Kepala Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Supolo, menunjukkan rencana pembangunan rest area di tanah kas desa yang berada di tepi jalan raya Jogja-Solo, Kamis (9/8/2018).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
10 Agustus 2018 19:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Taji menjadi salah satu desa di Kecamatan Prambanan yang berada di tepi jalan raya Jogja-Solo. Jalan nasional itulah yang membelah desa seluas 117,668 hektare (ha).

Desa itu berbatasan dengan desa-desa lainnya di Prambanan seperti Kemudo, Bugisan, Tlogo, serta Pereng. Desa tersebut memiliki jumlah penduduk 2.986 jiwa dengan mata pencaharian beragam mulai dari sektor pertanian, formal, hingga nonformal. Mereka tinggal di sembilan dukuh terdiri dari sembilan RW dan 21 RT.

Tokopedia

Taji menjadi salah satu desa di Prambanan yang tak memiliki peninggalan bersejarah berupa candi. Rencana pengembangan wisata di desa setempat pun pernah terganjal lantaran lahan yang dibidik berada di zona hijau.

Namun, masih ada potensi di desa tersebut yang bisa dikembangkan. Salah satunya memanfaatkan kawasan di tepi jalan raya nasional yang seakan tak pernah sepi.

Pemerintah desa setempat berencana mendirikan rest area. Lahan yang disiapkan merupakan tanah kas desa yang sebelumnya menjadi kantor desa setempat. Di lokasi itu, terdapat sebuah joglo dengan kawasan berdekatan sungai.

Prambanan sering didatangi wisatawan. Banyak juga bus yang melintas. Karena itu, kami berencana membuat rest area. Lahan yang disiapkan berada di samping kantor desa dengan total luas 2 ha,” kata Kepala Desa Taji, Supolo, saat berbincang dengan Solopos.com di kantor desa setempat, Kamis (9/8/2018).

Master plan rencana pembangunan rest area sudah dibikin. Tahap awal pembangunan rest area itu dimulai pekan depan dengan membuat pagar serta kolam renang laki-laki dan wanita. Dana dialokasikan melalui dana desa sekitar Rp400 juta.

Pembangunan dilakukan bertahap. Hal ini lantaran besarnya anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp4 miliar. Selain kolam renang, rest area bakal dilengkapi gazebo, wahana outdoor event, kawasan kuliner, galeri seni, ruko, musala, serta kamar mandi.

Supolo menuturkan rest area itu menjadi salah satu unit usaha badan usaha milik (BUM) desa. Selain meningkatkan pendapatan asli desa, pendirian rest area tersebut juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat. “Harapannya dengan ada rest area itu perekonomian dan kesejahteraan warga meningkat. Mereka bisa mendirikan usaha di kawasan tersebut,” katanya.