Daerah Kekeringan di Klaten Diguyur 825.000 Liter Air Bersih

Sopir truk mengambil air bersih dari sumber mata air Kali Brondong, Dukuh/Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Selasa (22/5 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
10 Agustus 2018 20:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – BPBD Klaten sudah mendistribusikan 825.000 liter air bersih ke daerah kekeringan. Jumlah desa yang mengajukan permintaan bantuan air bersih hingga kini sebanyak 10 desa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan hingga kini jumlah bantuan yang didistribusikan sebanyak 165 tangki air bersih. “Setiap tangki itu berisi 5.000 liter air bersih. Jadi, jumlah total bantuan yang sudah didistribusikan 825.000 liter,” kata Haris saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (9/8/2018).

Distribusi dilakukan ke daerah-daerah yang mulai mengalami krisis air bersih. Daerah kekeringan didominasi Kecamatan Kemalang yang meliputi Desa Talun, Kendalsari, Tegalmulo, Sidorejo, Tlogowatu, dan Keputran. Di Kecamatan Manisrenggo bantuan sudah didistribusikan ke Desa Kecemen dan Ngemplakseneng. Sementara, satu desa di Kecamatan Jatinom yakni Desa Bandungan dan Desa Tumpukan di Kecamatan Karangdowo.

Haris menjelaskan persediaan untuk distribusi air bersih di BPBD Klaten masih mencukupi. Pada APBD 2018, distribusi air bersih mendapat alokasi dana Rp200 juta dan bakal mendapat tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2018 senilai Rp10 juta. Alokasi dana itu untuk menyiapkan 940 tangki air bersih.

Untuk distribusi air bersih, BPBD saban hari mengoperasikan tiga truk tangki dengan setiap truk melakukan dua kali distribusi. Selain itu, dua truk tangki BPBD disiagakan di kantor Kecamatan Kemalang dimaksudkan untuk mendekatkan ke daerah langganan krisis air bersih. Distribusi air bersih melalui dua truk tangki yang disiagakan di kantor kecamatan tersebut didanai dari APBD Klaten melalui pos anggaran kecamatan.

Sudah kami siagakan di kantor kecamatan sejak Selasa [7/8/2018]. Itu pos anggaran tersendiri. Kalau tidak salah alokasi dananya Rp50 juta. Agar distribusi tidak berbenturan, kami setiap hari berkomunikasi dengan petugas di kecamatan,” jelas Haris.

Lebih lanjut, Haris menuturkan pekan depan akan mengumpulkan perusahaan atau lembaga sosial. Hal itu dilakukan untuk membahas soal penyaluran bantuan air bersih melalui pihak swasta.

Kepala Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Supadi, mengatakan ada sekitar 500 keluarga yang terdampak krisis air bersih sejak dua bulan terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga membeli air bersih dengan satu tangki seharga Rp180.000. “Kalau memesan ya harus antre. Kadang dua atau tiga hari baru sampai,” kata dia.