Talut Taman Plintheng Semar Wonogiri Retak Terancam Ambruk

Pengguna jalan berhenti di dekat Taman Kota Selopadi dekat perempatan Ponten kawasan kota Wonogiri, Kamis (9/8 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
10 Agustus 2018 08:20 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Talut Taman Kota Selopadi yang populer dengan Plintheng Semar di Gerdu, Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, retak di salah satu bagian sehingga rawan ambruk. Warga berharap pihak terkait memperbaikinya sebelum datang musim penghujan.

Pantauan Solopos.com di lokasi, Jl. A. Yani tak jauh dari perempatan Ponten, Kamis (9/8/2018), talut yang retak itu posisinya di utara dekat kretek bang atau jembatan kereta api. Talut retak dari atas hingga bawah setinggi lebih kurang 2,5 meter hingga memutus struktur bangunan setebal dua jengkal tangan orang dewasa itu menjadi dua sisi.

Tokopedia

Retakan terdapat tiga jalur, yakni retakan utama dari atas ke bawah yang lebarnya dapat dimasuki kepalan tangan orang dewasa. Dua jalur retakan lainnya dengan ukuran lebar kecil melintang dari retakan utama ke sisi samping.

Retakan juga terdapat di talut sisi selatan. Bagian talut yang retak condong ke arah jalan. Di lahan taman yang ditahan talut terdapat pohon kiara payung setinggi lebih dari 4 meter.

Menurut warga setempat, Agus, talut Taman Kota Selopadi retak sejak sekitar setahun lalu. Awalnya lebar rekahan hanya kecil. Seiring berjalannya waktu lebar rekahan semakin besar.

Sejak awal pihak terkait belum menanganinya. Lelaki berusia 30-an tahun itu menduga pihak terkait menunggu pelaksanaan proyek kretek bang yang informasi dia dapatkan akan digelar tahun ini.

Proyek tersebut juga akan melebarkan jalan sekitar kretek. Jika proyek dilaksanakan kemungkinan besar taman yang talutnya retak akan terkena proyek. Agus menilai semestinya pemerintah tak perlu menunggu proyek kretek bang dilaksanakan.

“Lebih baik talut yang retak itu ditangani dulu. Struktur bangunannya diperkuat sebelum ambrol,” kata Agus.

Terlebih, lanjut dia, tak lama lagi musim penghujan. Menurut dia, jika terkena air terus menerus retakan bisa semakin lebar sehingga talut bisa ambrol. Agus berpendapat apabila talut ambrol ke arah jalan membahayakan pengguna jalan.

Pohon yang tumbuh di dekat talut juga bisa turut roboh ke arah jalan. Jika hal itu terjadi pohon bisa sampai ke badan jalan lajur barat.

Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri, Toto Prasojo, menyatakan secepatnya akan menindaklanjuti informasi itu. Saat Solopos.com wawancara tatap muka dia memerintahkan pegawainya memotong pohon yang tumbuh di dekat talut retak dan menyisakan batang setinggi 1 meter.

Pohon dipotong untuk mengurangi beban tanah yang ditahan talut dan mengantisipasi supaya tidak roboh ke arah jalan. Dia membenarkan kemungkinan besar Taman Kota Selopadi bagian luar akan terkena proyek kretek bang.

Namun, dia memastikan antipasi talut ambrol akan dilakukan tanpa menunggu realisasi proyek kretek. “Terima kasih informasinya. Segera kami tindaklanjuti Senin pekan depan,” ucap Toto.