Calhaj Klaten Meninggal Setelah 2 Kali Pingsan di Mekah

Almarhum Triyanto Citro Sukarto, 57, berfoto bersama istrinya Wilis Purwaningsih, 55, saat persiapan berangkat haji. (Istimewa/Corry Witria Mayangsari)
11 Agustus 2018 08:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Calon haji (calhaj) asal Klaten, Triyanto Citro Sukarto, 57, meninggal dunia di Rumah Sakit Malik Faishal, Mekah, Arab Saudi, Kamis (9/8/2018). Triyanto dikebumikan di tempat pemakaman Soraya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, sebelum meninggal dunia, Triyanto sempat pingsan dua kali. Kemudian, ia dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Tokopedia

Triyanto mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis sekitar pukul 08.00 waktu setempat. “Meninggal jam 8.00. Tim kesehatan beserta ketua rombongan langsung ke rumah sakit mengurus pemandian dan sebagainya. Sebelum magrib jenazah dibawa ke Masjidil Haram. Jenazah disalatkan seusai salat Isa oleh ribuan calon haji lainnya,” kata petugas Haji Kloter 44 dari KBIH Arafah Muhammadiyah Klaten di Arab Saudi, Ragil Sugiyono, melalui telepon, Jumat (10/8/2018).

Triyanto merupakan calhaj asal Dukuh Karangwuni Wetan RT 004/RW 002, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten. Ia berangkat bersama istrinya, Wilis Purwaningsih, 55. Keduanya berangkat dengan Kloter 44 bersama calhaj Klaten lainnya.

Kabar meninggalnya Triyanto diterima Wahono, 58, paman Wilis, pada Kamis malam. Menurut Wahono, Triyanto memiliki riwayat penyakit jantung. Triyanto pernah dirawat di rumah sakit beberapa tahun lalu.

Saat berangkat Haji, Triyanto dalam kondisi sehat dan bugar. “Pas berangkat kondisinya sehat. Memang rutin kontrol ke rumah sakit. Beliau juga membawa obat-obatan pribadi selama prosesi haji,” kata dia saat ditemui wartawan di rumah Triyanto, Dlimas, Ceper, Jumat pagi.

Seusai menerima kabar itu, Wahono dan warga sekitar menggelar salat gaib untuk Triyanto. Pagi harinya, banyak kolega dan saudara Triyanto berdatangan ke rumah almarhum. Pada malam hari dilanjutkan doa bersama untuk mendiang Triyanto.

Semasa di Tanah Suci, Triyanto dan Wilis pun sering berkomunikasi dengan putri bungsunya, Corry Witria Mayangsari, 24, melalui Whatsapp. Mayangsari tak pernah mendengarkan ibu atau bapaknya mengeluhkan soal kesehatan.

“Bapak-Ibu sehat. Mereka enggak pernah bilang apa gitu mengeluhkan sesuatu. Kontak terakhir dengan bapak beberapa hari yang lalu. Itu pun saya cuma tanya soal KTP,” terang Mayangsari.