Warga Kali Pepe Gandekan Solo Diminta Segera Pindah

Rumah di bantaran Kali Pepe, Gandekan, Solo. (Solopos/Dok)
12 Agustus 2018 10:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Solo meminta warga Kelurahan Gandekan, Jebres, yang terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo paket 1 (Kali Pepe hilir) segera meninggalkan rumah mereka di bantaran Kali Pepe.

Hal itu karena Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dalam waktu dekat mulai menggarap perbaikan tanggul Kali Pepe hulu yang mereka tempati.

Kepala Disperum KPP Solo, Heru Sunardi, meminta pengertian 30 warga Gandekan yang terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo paket 1 untuk segera mengosongkan dan membongkar rumah mereka di bantaran Kali Pepe. Keberadaan bangunan rumah warga tersebut menghambat proses manteling tanggul Kali Pepe hilir oleh BBWSBS.

"Kami minta warga Gandekan pindah segera karena satker pelaksana proyek sudah mau mengerjakan bagian Kali Pepe yang ditempati mereka. Jadi warga perlu segera mengosonhkan dan membongkar rumah di bantaran sungai," kata Heru saat diwawancarai Solopos.com, Sabtu (11/8/2018).

Heru menyampaikan warga Gandekan yang terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo sudah diberi toleransi waktu pindah cukup lama. Warga diberi kesempatan tinggal di bantaran Kali Pepe selagi mempersiapkan pembangunan rumah baru di Dusun Padasan, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

Kebijakan yang diberikan kepada warga Gandekan tersebut tidak didapatkan warga lain yang juga terdampak proyek Penanganan Banjir paket 3 (Kali Pepe hulu) di wilayah Kelurahan Nusukan dan Kelurahan Manahan. Warga di Kecamatan Banjarsari itu sudah harus pindah sebelum rumah baru siap dihuni.

"Kami sudah pernah diskusi juga dengan pihak-pihak terkait. Intinya Pemkot mendukung proyek bisa berjalan lancar. Jangan sampai ada hari-hari tanpa pekerjaan. Bukan tidak mungkin kami nanti akan mengambil keputusan tegas jika ternyata keberadaan warga menghambat jalannya proyek Penanganan Banjir Kota Solo," terang Heru.

Heru meminta warga Gandekan membongkar sendiri rumah di bantaran Kali Pepe. Warga mesti melakukan hal itu karena sudah mendapatkan kompensasi dari Pemkot Solo.

Warga terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo bahkan telah mendapatkan uang bantuan sosial (bansos) dari Pemkot senilai Rp34,2 juta. Uang tersebut bisa dimanfaatkan warga untuk membeli tanah dan membangun rumah baru.

Dia berharap warga bisa menyesuaikan diri sehingga Pemkot tidak perlu menerjunkan alat berat guna membongkar rumah mereka. "Kami belum ada rencana bongkar paksa rumah warga. Wong sudah disangoni ya mestine warga bongkar dhewe-dhewe. Uang bongkar kan sudah di tangan warga. Suwe-suwe kudune kan warga isin," jelas Heru.

Diwawancarai terpisah, Wakil Ketua Pokja Relokasi Warga Gandekan, Samiran, mengatakan warga berencana pindah setelah rumah baru di Sukoharjo selesai dibangun. Dia menyebut proses pembanguan rumah baru kini di Mranggen kini sudah hampir selesai namun belum siap betul untuk ditempati.

Samiran memperkirakan persentase perkembangan proses pembangunan rumah baru sekarang telah mencapai 90% lebih. Samiran menyebut warga baru akan pindah ke Mranggen jika proses pembangunan rumah mencapai 100% atau setidaknya 95% lebih.

“Untuk pindah, warga memutuskan untuk menunggu lebih dulu sampai semuanya komplet baik bangunan rumah maupun sarana pendukung di sekitar rumah,” kata Samiran.