4 Desa di Sukoharjo Uji Coba Sistem Informasi Desa, Ini Lokasi Desanya

Ilustrasi-Warga mengecor rabat jalan antardusun di wilayah Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Minggu (6/5 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
12 Agustus 2018 14:07 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Empat desa di Sukoharjo melakukan uji coba aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) sebagai bagian dari konsep desa cerdas atau smart village. Sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana (sarpras) telah disiapkan guna mengoperasikan aplikasi dalam jaring (daring) itu.

Keempat desa yang melakukan uji coba aplikasi SID yakni Siwal di Kecamatan Baki, Ngemplak di Kecamatan Kartasura, Ngombakan di Kecamatan Polokarto serta Ngasinan di Kecamatan Bulu. Keempat desa itu dipilih menjadi perintis yang mengimplementasikan aplikasi SID lantaran memiliki sarpras dan petugas operator yang memadai.

Tokopedia

Sebelumnya, perwakilan masing-masing desa se-Sukoharjo mengikuti kegiatan bimbingan teknis aplikasi SID di kawasan Tawangmangu, Karanganyar pada pekan lalu. “Era globalisasi menuntut pelayanan publik berbasis digital. Masyarakat bisa mengakses aplikasi pelayanan publik sehingga prosesnya lebih cepat,” kata Kepala Desa Siwal, Hendra Widada, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (8/8/2018).

Aplikasi SID berisi berbagai data meliputi potensi desa, angka kemiskinan, pendidikan, pengelolaan aset desa hingga kependudukan. Selain itu, pengelolaan keuangan desa juga masuk dalam aplikasi SID. Hal ini untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.

Karena itu, dibutuhkan SDM yang memiliki kemampuan dan skill di bidang teknologi informasi. “Mudah-mudahan ujicoba aplikasi SID bisa berjalan sukses sehingga desa-desa lainnya melakukan hal serupa. Esensi dari implementasi aplikasi SID untuk mempercepat pembangunan desa di segala bidang,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto, mengungkapkan pemerintah desa maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membutuhkan data valid dan akurat sebelum melaksanakan program kegiatan. Data itu bisa diakses di aplikasi SID.

Misalnya, program penanggulangan kemiskinan yang membutuhkan data warga miskin di setiap desa. “Data warga miskin di setiap desa dijamin valid dan akurat. Berbagai program pemerintah pasti menggunakan data untuk mengevaluasi capaian secara berkala,” tutur dia.