Kekeringan Sukoharjo: Masjid Diprioritaskan Dapat Bantuan Air

Sejumlah anggota komunitas cinta lingkungan Sukoharjo mengisi ember dan jeriken warga Ngreco, Weru, Minggu (12/8 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
12 Agustus 2018 16:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tempat ibadah seperti masjid dan musala di wilayah Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Sukoharjo, diprioritaskan mendapat bantuan air bersih. Air bersih menjadi kebutuhan utama umat muslim saat menjalankan salat lima waktu di masjid maupun musala.

Komunitas Cinta Lingkungan (Cinlung) Sukoharjo mengirim bantuan air bersih ke sejumlah lokasi krisis air di wilayah Kecamatan Weru dan Tawangsari, Minggu (12/8/2018). Bantuan air bersih itu yang diberikan sebanyak 20 unit tangki.

Tokopedia

Masing-masing mobil tangki air bersih berisi sekitar 5.000 liter. Bantuan air bersih itu difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto, berupaya memeratakan bantuan air bersih ke daerah kekeringan di wilayah Sukoharjo bagian selatan. Krisis air bersih tak hanya terjadi di wilayah Ngreco namun desa-desa lainnya di Weru.

“Biasanya, warga setempat mengambil air bersih di masjid atau musala sehingga prioritas utama pemberian bantuan air bersih dikirim ke masjid atau musala,” kata dia, Minggu.

Bantuan air bersih dikirim ke daerah kekeringan secara berkala. Apabila persediaan air bersih menipis, ia bakal berkoordinasi dengan PDAM Tirta Makmur Sukoharjo untuk kembali mengirim bantuan air bersih.

Bantuan air bersih dikirim ke daerah kekeringan yang belum menerima pasokan air bersih. “Banyak komunitas masyarakat atau program corporate social responsibility [CSR] perusahaan yang mengirim bantuan air bersih ke lokasi kekeringan. Mereka harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD Sukoharjo agar pengiriman bantuan air bersih merata,” ujar dia.

Ketua Komunitas Cinlung Sukoharjo, Ari Haryanto, menyampaikan sebagian besar wilayah Weru merupakan daerah langganan kekeringan saat musim kemarau. Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memasak, mencuci pakaian, dan mandi. Mereka hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih dari instansi pemerintah maupun swasta.

Pengiriman puluhan unit mobil tangki air bersih itu merupakan wujud kepedulian anggota komunitas Cinlung Sukoharjo terhadap sesama yang membutuhkan. “Pengiriman bantuan air bersih ke daerah kekeringan selalu dilaksanakan setiap tahun. Saya berharap bantuan air bersih bisa dimanfaatkan warga yang mengalami krisis air bersih sejak dua bulan lalu,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Desa Ngreco, Sunardi, mengatakan selama ini, warga setempat mengandalkan sumur dalam, sumur galian dan Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari. Kini, debit air ketiga sumber air itu menyusut drastis sehingga tak bisa dimanfaatkan secara maksimal.