Kondom dan Pembalut Bikin Septic Tank Susah Disedot

Proses penyedotan lumpur tinja oleh rekanan Perumda Air Minum Toya Wening di rumah salah satu warga Mojosongoo, Jebres, Solo, Selasa (24/7 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
13 Agustus 2018 12:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Petugas Perumda Air Minum Toya Wening Kota Solo kerap menemukan kondom dan pembalut yang dibuang warga ke dalam septic tank saat menyedot lumpur tinja di rumah-rumah pelanggan sesuai jadwal.

Perumda Air Minum Solo meminta warga tidak lagi melakukan kebiasaan tersebut. Keberadaan kondom, pembalut, maupun barang padat lain di dalam septic tank berpotensi mengganggu proses pengolahan lumpur tinja saat sampai di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Kabid Limbah Cair Perumda Ari Minum Toya Wening Kota Solo, Nanang Pirmono, berharap warga tidak lagi sembarangan saat membuang sampah.

“Kami sering menemukan kondom dan pembalut yang dibuang di septic tank. Jelas barang itu mengganggu proses pengolahan limbah yang kami lakukan,” jelas Nanang saat berbincang dengan Solopos.com di IPLT Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, belum lama ini.

Petugas Perumda Air Minum bukan hanya mendapati kondom dan pembalut dibuang di septic tank. Nanang menyebut petugas juga kerap menemukan barang-barang tersebut di jaringan perpipaan air limbah milik Perumda.

Keberadaan kondom, pembalut, hingga plastik bungkus sampo itu kerap membuat jaringan perpipaan pampat. Dia menyesalkan sikap para pelanggan perpipaan air limbah yang berperilaku sama dengan warga pemilik septic tank.

“Biasanya kalau pampat, kami terpaksa membuka pipa untuk mengambil sampah. Kami juga bisa melakukan pembersihan dengan cara flushing. Pipa ini tidak bisa dibiarkan mampet karena bakal mempengaruhi pelayanan warga lain," jelas Nanang.

Regional Manager Jawa Tengah United State Agency International Development (USAID) Indonesia Urban Water Sanitation and Hygine (IUWASH) Penyehatan Lingkungan untuk Semua (PLUS), Jefry Budiman, menganggap perilaku warga membuang sampah sembarangan ke saluran pembuangan merupakan persoalan serius yang harus diselesaikan.

Hal itu penting karena program layanan pembuangan air limbah rumah tangga bakal terganggu. "Sayang sekali jika program pelayanan limbah domestik oleh Perumda Air Minum tidak bisa berjalan optimal hanya karena perilaku warga yang masih membuang sampah sembarangan. Apalagi sekarang ini baru Solo yang memiliki fasilitas lengkap dalam pengolahan air limbah dan lumpur tinjanya,” jelas Jefry.