Warga Gandekan Solo Minta Waktu Pindah Awal September

Rumah di bantaran Kali Pepe, Gandekan, Solo. (Solopos/Dok)
13 Agustus 2018 22:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kelompok Kerja (Pokja) Relokasi Warga Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, meminta waktu hingga awal September untuk pindah dari bantaran Kali Pepe terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 1 (Kali Pepe Hilir).

Ketua Pokja Relokasi Warga Gandekan, Sumarsih, membenarkan warga Gandekan selama ini belum mau pindah dari bantaran Kali Pepe karena rumah baru mereka yang dibangun di Dukuh Padasan, Desa Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, belum siap ditempati.

Dia mengatakan besar kemungkinan rumah baru tersebut selesai dibangun pada awal September nanti. Dengan demikian, warga diminta mulai mempersiapkan diri pindah dari rumah lama di bantaran Kali Pepe paling lama tiga pekan lagi.

“Mudah-mudahan awal September rumah sudah siap. Dengan begitu warga bisa pindah dari wilayah bantaran Kali Pepe,” kata Sumarsih saat diwawancarai Solopos.com, Senin (13/8/2018).

Sumarsih menyebut proses pembangunan rumah warga sebenarnya tidak mengalami hambatan berarti. Warga telah mendirikan bangunan rumah dengan bahan dasar batako.

Hanya bangunan rumah baru tersebut dianggap belum layak ditempati hingga sekarang lantaran belum dilengkapi saluran air. Warga akhirnya memilih menunda kepindahan dulu hingga saluran air tersebut tergarap.

Selain itu, kata dia, warga masih memilih bertahan di bantaran Kali Pepe karena proses pengerjaan jalan di kompleks rumah baru belum selesai. “Sekarang masih kurang tahap pengerjaan fasilitas air dan jalan. Kami akan pantau terus pengerjaan fasilitas itu supaya bisa segera selesai. Pada akhir pekan ini saya berniat ke sana [Padasan] lagi untuk melihat progres pengerjaan jalan,” tutur Sumarsih.

Wakil Ketua Pokja Relokasi Warga Gandekan, Samiran, menyampaikan warga telah membayar lunas pembelian tanah seluas 1.685 meter persegi di Padasan. Lahan seluas itu tidak hanya dimanfaatkan warga untuk mendirikan bangunan 30 rumah.

Warga Gandekan mesti membagi lahan untuk penyediakan fasilitas umum lain seperti jalan umum, jalan kampung atau perumahan, hingga ruang terbuka hijau (RTH). Warga hanya mendapatkan jatah lahan masing-masing 40 meter persegi untuk membangun rumah baru.

“Warga Gandekan terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo rata-rata berpenghasilan rendah. Jadi warga kesulitan jika harus mengikuti ketentuan Pemkab Sukoharjo yang mensyaratkan pembangunan rumah minimal di tanah kaveling seluas 60 meter persegi,” terang Samiran.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Solo, Heru Sunardi, meminta pengertian 30 warga Gandekan terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo paket 1 segera pindah. Warga perlu segera meninggalkan bantaran Kali Pepe agar tidak menghambat proses manteling tanggul Kali Pepe hilir yang dikerjakan BBWSBS.

Proses perbaikan tanggul tersebut sebentar lagi menyasar bantaran Kali Pepe yang selama ini dimanfaatkan warga untuk tempat tinggal.

Tokopedia