Pemkot Lakukan Ini untuk Cegah Pernikahan Dini Remaja Solo

Pengukuhan remaja anggota PIK-R Kelurahan Kadipiro, Solo, (Selasa (7/8 - 2018). (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
13 Agustus 2018 23:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memiliki cara untuk mencegah dan menekan angka pernikahan dini di kalangan remaja Kota Bengawan. Cara tersebut yakni membikin Pusat Informasi dan Konseling-Remaja (PIK-R).

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Pemkot Solo saat ini sudah membentuk pasukan PIK-R di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari. PIK-R bernama Bina Cakra Wangsa ini dikukuhkan pada Selasa (7/8/2018) pagi oleh Asisten Pemerintahan Setda Solo, Said Ramadhan, di Aula Kantor Kelurahan Kadipiro.

Ada 15 remaja dari kelurahan tersebut yang dinobatkan sebagai pengurus PIK-R Bina Cakra Wangsa. Setelah dikukuhkan, pasukan PIK-R diarahkan untuk memberikan pengaruh baik kepada remaja lainnya.

Kepala DPPKB Solo, Ariani Indriastuti, menyampaikan ada tiga hal utama yang menjadi fokus pemberian konseling dan edukasi oleh pasukan PIK-R Bina Cakra Wangsa, yakni terkait pencegahan pernikahan dini, bahaya narkoba, dan menjaga kesehatan reproduksi.

DPPKB menganggap transfer informasi kepada remaja dapat berjalan efektif jika dilakukan juga oleh remaja atau teman sebaya. Dia menjelaskan 15 pengurus PIK-R di Kadipiro merupakan remaja pilihan yang dianggap mampu menularkan kebiasaan dan perilaku baik kepada remaja lain.

"Pengurus PIK-R ini menjadi tangan panjang kami dalam memberikan konseling kepada remaja. Kami yakin pemahaman akan pentingnya mencegah pernikahan dini, menjauhi narkoba, hingga kesehatan reproduksi ini bisa ditangkap dengan baik oleh remaja jika disampaikan langsung oleh teman sebaya mereka. Barang kali kalau yang menjelaskan adalah orang tua, akan kurang menarik bagi mereka. Bisa jadi mereka merasa digurui," kata Ariani saat ditemui Solopos.com, Selasa.

Ariani menyampaikan DPPKB akan membentuk pengurus PIK-R di kelurahan lain di Solo. DPPKB bakal mengawali pembentukan pasukan PIK-R di kelurahan-kelurahan yang telah lebih dulu mencanangkan Kampung KB seperti di Kadipiro.

Pasukan PIK-R kemudian diarahkan mampu terlibat dalam penyelenggaraan program pengendalian penduduk di Kampung KB. Pengurus PIK-R diharapkan mampu memberikan konseling secara rutin baik secara informal individu maupun formal dengan menggelar forum sosialisasi.

"Solo lumayan banyak temuan kasus pernikahan dininya. Untuk jumlah pastinya ada di Pengadilan Agama. Nah kami ini membentuk PIK-R untuk menekan angka nikah dini itu. Kerugian dari pernikahan dini kan banyak, mulai dari stunting hingga masalah ekonomi. Kalau mereka tidak siap secara ekonomi, anak-anak kasihan bisa telantar. Indonesia padahal mau menuju Indonesia Emas 2045. Jadi harus dipersiapkan dari sekarang," jelas Ariani didampingi Kabid KB DPPKB Solo Endah W.P.

Asisten Pemerintahan Setda Solo, Said Ramadhan, saat memberi sambutan dalam acara itu menyuntikkan semangat kepada para pengurus PIK-R Bina Cakra Wangsa. Para remaja itu diminta berani dalam melangkah.

Mereka juga diimbau tidak lelah belajar karena bakal menjadi pusat informasi bagi remaja lain. Jangan sampai para pengurus PIK-R kebingungan ketika ditanya atau dimintai pendapat oleh teman-temannya.

Dia juga meminta kepada para pengurus PIK-R di Kadipiro bisa menekankan pada sosialisasi hindari pernikahan dini. "Anak-anak jangan inggah-inggih. Semangat yang kuat ya. Berpikirnya juga harus sehat karena Anda semua bakal menjadi pusat informasi dan konseling bagi teman-teman lainnya," tutur Said.