Duh, Proyek Miliaran Rupiah di Klaten Gagal Terlaksana

Pekerja memasang pagar pembatas pengaman proyek di sekitar kawasan menara Masjid Agung Al Aqsha Klaten. (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
13 Agustus 2018 21:45 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Dua proyek Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Klaten batal dilaksanakan tahun ini. Hal itu terkendala aset dan ketersediaan lahan.

Plt. Kepala Disperwaskim Klaten, Juwito, mengatakan dua proyek yang batal dilaksanakan tahun ini yakni proyek pembangunan gapura perbatasan Kecamatan Klaten Utara dan Kecamatan Ngawen dengan alokasi anggaran Rp400 juta dari APBD Klaten. Proyek lain yang gagal dilaksanakan yakni rehabilitasi eks rumah dinas dokter puskesmas di Kecamatan Klaten Utara dengan anggaran Rp1 miliar.

Juwito mengatakan proyek gapura perbatasan batal lantaran tak ada lahan yang siap digunakan untuk mendirikan gapura. Sementara, rehabilitasi eks rumah dinas dokter puskesmas batal lantaran lahan masih menjadi aset desa.

Rencananya eks rumah dinas dokter puskesmas itu menjadi rumah singgah sekda [sekretaris daerah]. Karena asetnya bukan milik pemkab, akhirnya kami del [delete],” kata Juwito saat ditemui wartawan di Setda Klaten, Senin (13/8/2018).

Terkait kelanjutan pembangunan menara Masjid Agung Al Aqsha, Juwito menuturkan sudah ada pemenang lelang. Saat ini, kontraktor masih melakukan persiapan salah satunya dengan membuat pagar pembatas. Kelanjutan pembangunan menara itu mendapat alokasi dana Rp5 miliar dari APBD Klaten.

Sudah kontrak pekan lalu. Pekan ini sudah mulai dibangun dengan pemasangan pagar pengaman. Untuk kelanjutannya pada tahap finishing. Sementara, kerangka baja yang ada di bagian atas akan dibungkus dengan GRC [glassfibre reinforced cement]. Ornamen menara akan seirama dengan masjid,” jelas dia.

Ditemui beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten, Tajudin Akbar, mengatakan sejumlah proyek pembangunan yang ditangani DPUPR sudah memasuki tahap lelang hingga pelaksanaan. Proyek yang urung dilaksanakan tahun ini yakni pembangunan embung di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas. Alokasi anggaran dari APBD untuk pembangunan embung sekitar Rp2 miliar.

Hanya proyek embung saja. Terkendala pada aset lahan. Persoalan aset ini memang harus benar-benar selesai agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,” katanya.