Pemuda Wonogiri Terciduk Pesta Sabu-Sabu di Tempat Karaoke

Petugas memeriksa tersangka kasus narkoba, Purwanto (kanan), di Mapolres Wonogiri, Senin (13/8 - 2018). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)
13 Agustus 2018 18:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Aparat Polres Wonogiri menangkap seorang pemuda asal Sigereng, Tegalrejo, Purwantoro, Purwanto, karena berpesta sabu-sabu di tempat karaoke, Senin (13/8/2018) dini hari.

Kasatnarkoba Polres Wonogiri, AKP Suharjo, kepada Solopos.com, Senin, mengatakan lelaki 29 tahun itu dibekuk di ruang No. 6 Kafe Merista di Blimbing, Desa Purwantoro, Kecamatan Purwantoro, pukul 00.45 WIB. Saat menggerebek lokasi, polisi menemukan sisa sabu-sabu di plastik klip, seperangkat bong atau alat isap sabu-sabu yang tergeletak di meja ruang karaoke.

Polisi kemudian membawa Purwanto ke Mapolres untuk menjalani tes urine. Hasilnya, urine Purwanto positif mengandung zat sabu-sabu.

Polisi menetapkannya sebagai tersangka. Purwanto ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. Penyidik masih mengembangkan penyidikan untuk mengetahui peran Purwanto sebagai pengguna, pengedar, atau malah bandar.

Jika sebagai pengguna, polisi akan menjeratnya dengan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal empat tahun. Pemidanaan itu diterapkan karena sabu-sabu merupakan narkotika golongan I bukan tanaman.

Namun, polisi akan menjerat Purwanto dengan Pasal 112 UU yang sama apabila dia berperan sebagai pengedar. Ancamannya pidana maksimal 12 tahun penjara.

“Tersangka mengaku dia berkaraoke bersama teman perempuannya. Temannya keluar ruangan sesaat sebelum petugas masuk ke ruangan. Alhasil, dia lolos. Saat bersama tersangka dia ikut pesta sabu-sabu atau tidak, kami akan mengorek informasi lebih lanjut,” kata mantan Kanitreskrim Polsek Jebres, Solo, itu mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, hingga Senin itu aparat Polres Wonogiri mengungkap 14 kasus narkoba dan menangkap 15 tersangka. Pada 2017 aparat mengungkap 19 kasus dan membekuk 20 tersangka.

Jumlah itu meningkat daripada 2016. Pada tahun tersebut polisi mengungkap 12 kasus dan meringkus 17 tersangka.

Tokopedia