8 Ruas Jalan Terdampak Flyover Purwosari Solo

Perlintasan KA Purwosari Solo. (Solopos/Dok)
14 Agustus 2018 07:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta memetakan ada delapan ruas jalan yang akan terdampak proyek flyover Purwosari Solo. Saat ini Satlantas tengah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas (lalin) di jalan-jalan tersebut agar tak terjadi kemacetan parah.

“Kami sudah memulai menyusun rekayasa lalin untuk persiapan pembangunan flyover Purwosari. Rakayasa lalin dibuat bersama dengan Dishub [Dinas Perhubungan] Solo,” ujar Kasatlantas Polresta, Kompol Imam Syafi’i, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/8/2018).

Ia menjelaskan ruas jalan yang terdampak pembangunan flyover Purwosari yakni Jl. Ahmad Yani, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Hasanudin, Jl. Agus Salim, Jl. Transito, Jl. dr. Radjiman, Jl. Samanhudi, dan Jl. Perintis Kemerdekaan.

Sementara ini manajemen rekayasa lalin baru dibahas di empat ruas jalan yakni Jl. Agus Salim, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Perintis Kemerdekaan, dan Jl. Ahmad Yani.

“Kami akan mengalihkan kendaraan yang melintas di Jl. Slamet Riyadi dari arah barat ke Jl. Ahmad Yani. Sedangkan dari arah timur akan dibelokkan ke arah Jl. Hasanudin dan Perintis Kemerdekaan,” kata dia.

Ia menjelaskan nantinya Jl. Agus Salim akan ditutup sementara. Kendaraan yang melintas akan dialihkan ke Jl. Perintis Kemerdekaan. Satlantas juga akan berkoordinasi dengan Dishub Sukoharjo karena wilayah tetangga itu juga akan terkena dampak manajemen rekayasa lalin flyover Purwosari.

“Kami menerima informasi flyover Purwosari akan dimulai pada September atau Oktober. Di sisa waktu yang ada ini akan dimanfaatkan untuk mematangkan konsep manajemen rekayasa lalin,” kata dia.

Ia mengungkapkan kondisi di dalam Kota Solo saat ini banyak pekerjaan proyek fisik. Pekerjaan tersebut di antaranya flyover Manahan, perbaikan Jl. Kyai Mojo, Jl. Mongonsidi, Jl. S. Parman, Jl. Ki Mangun Sarkoro, dan perbaikan Jembatan Gilingan.

“Kami dalam membuat rekayasa lalin juga harus mempertimbangkan aspek banyaknya pembangunan infrastruktur itu. Jangan sampai manajamen rekayasa lalin flyover Purwosari menjadikan lalin bertambah macet,” kata dia.

Imam menjelaskan selama ini di lokasi yang ada pekerjaan fisik menjadi titik kemacetan. Ia mencontohkan pertigaan Pasar Nongko pada jam tertentu terjadi kemacetan parah akibat flyover Manahan. Belum lagi di depan Terminal Tirtonadi akibat proyek Jembatan Gilingan.

“Saya meminta kepada pelaksana proyek harus ikut bertanggungjawab menyosialisasikan rakayasa lalin. Jangan sampai terjadi kemacetan yang disalahkan Satlantas atau Dishub,” kata dia.

Wakasatlantas Polresta, AKP Made Ray Ardana, mengungkapkan kontraktor seharusnya ikut melakukan sosialisasi lalin terdampak proyek dengan mamasang spanduk imbauan. Selain itu, sisa material juga harus bersihkan agar tidak mengganggu lalin.

Tokopedia