Pencairan DAK dan Dana Desa di Soloraya Tersendat, Ini Penyebabnya

Peserta rapat koordinasi penyaluran DAK fisik tahap II dan dana desa tahap III di kantor KPPN Solo, Selasa (14/8/2018).(Solopos - Farida trisnaningtyas)
14 Agustus 2018 20:07 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Solo berharap tidak ada lagi kendala dalam tahap penyaluran dana alokasi khusus (DAK) fisik tahap II maupun dana desa tahap III tahun anggaran 2018.

Hal ini menyusul masih banyaknya permasalahan yang dihadapi masing-masing daerah dalam menyalurkan DAK fisik.

Kepala KPPN Solo, Sugiarso, mengatakan ini KPPN Solo bertanggung jawab atas penyaluran DAK fisik untuk Kota Solo, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, ada sejumlah kendala yang dihadapi daerah sehingga penyalurannya mepet dari batas waktu yang ditentukan.

Permasalahan ini mengemuka dalam rapat koordinasi penyaluran DAK fisik tahap II dan dana desa tahap III tahun anggaran 2018 di Kantor KPPN Solo, Selasa (14/8/2018).

“Ada kendala untuk melakukan percepatan penyaluran dana ini. Permasalahannya pencairannya selalu mendekati batas akhir. Padahal pemerintah pusat ingin pencairan ini dipercepat,” ujarnya, kepada solopos.com, Selasa.

Lebih lanjut ia memaparkan sejumlah kendala yang menghambat percepatan penyaluran DAK fisik antara lain, lamanya proses pengadaan barang atau lelang, perubahan petunjuk teknis (juknis) dari kementerian teknis yang semula kontraktual menjadi swakelola, kendala spesifikasi teknis, kendala analisis dampak lingkungan (Amdal), juknis dan sosialisasi dari kementerian teknis, dan proses administrasi dan pemberdayaan masyarakat pada kegiatan swakelola.

Ia menjelaskan sebenarnya DAK fisik tahap I sudah bisa dicairkan pada Maret. Begitu pula dengan dana desa tahap I, yakni Januari. Namun demikian, yang terjadi di lapangan adalah DAK fisik tahap I ini baru dicairkan pada Juli. Padahal Juli ini merupakan batas akhir penyaluran tahap I. Begitu pula dengan DAK fisik tahap II yang bisa cair terakhir pada April.

Total ada 13 bidang yang dibiayai DAK fisik ini di masing-masing daerah. Antara lain, pendidikan, kesehatan, sanitasi, perumahan dan permukiman, pasar, industri kecil atau menengah, pertanian, pariwisata, jalan, air minum, irigasi, pasar, dan lingkungan hidup dan kehutanan.

Realisasi
KPPN Solo mencatat realisasi penyaluran DAK fisik tahap I di Kabupaten Sukoharjo mencapai 26,57%. Total pagunya Rp72,543 miliar dengan realisasi senilai Rp19,271 miliar pada 10 bidang. Dengan catatan, pencairan ini baru bisa dilakukan Juli 2018.

Sedangkan realisasi DAK fisik tahap I di Wonogiri mencapai 25,93%. Penyaluran anggaran untuk 13 bidang ini dengan pagu Rp87,311 miliar serta realisasi Rp22,589 miliar. Sementara di Kota Solo realisasinya mencapai 27,2% dengan nominal Rp18,894 miliar. Persentase ini dari pagu sebesar Rp69,283 miliar pada 10 bidang.

“Sekarang baru Solo yang cair untuk DAK fisik tahap II. Akan tetapi, sebagian besar belum teken yang tahap II. Maka dari itu, dengan adanya Rakor ini kami berharap bisa dipercepat pencairannya,” paparnya.

Tokopedia