Bupati Sragen: Calon Perdes Dilantik Sesuai Jadwal!

Para calon perangkat desa dari 17 desa berdemo di Alun-alun Sragen, Senin (13/8 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
14 Agustus 2018 20:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memastikan calon perangkat desa (perdes) yang lolos seleksi dan terpilih akan dilantik sesuai jadwal yang ditentukan. Apabila ditemukan unsur pidana akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Saat ini, Bupati bersama jajarannya dan bersinergi dengan kepolisian tengah bekerja keras mengusut berbagai permasalahan yang diadukan terkait proses penjaringan dan penyaringan calon perdes. Pengusutan itu diharapkan kelar dalam tiga hari dan sudah diketahui secara jelas apa saja permasalahannya, termasuk ada atau tidaknya unsur pidana yang bisa berujung pada pengusutan oleh polisi.

“Kami mengambil langkah-langkah tindak lanjut atas aksi demo kemarin [Senin, 13/8/2018] dan sejumlah aduan yang muncul lewat media cetak dan fasilitas Lapor Mbak Yuni. Kami mengambil kebijakan dalam waktu tiga hari ke depan mulai hari ini dengan mendirikan posko pengaduan di Inspektorat. Aduan yang bisa kami terima hanya yang disertai bukti. Kami akan pilah mana yang administrasi dan mana yang pidana,” ujar Yuni, sapaan Bupati, saat jumpa pers bersama Kapolres, Wabup, dan Dandim, di ruang rapat Bupati Sragen, Selasa (14/8/2018).

Di sisi lain, Wakil Bupati Dedy Endriyatno mengatakan aduan yang masuk ke fasilitas Lapor Mbak Yuni sempat ada hasil dari LPPM yang tidak distempel basah. Aduan itu diverifikasi di level kecamatan.

Dedy melanjutkan ada panitia desa yang salah dalam membuat rumusan nilai kemudian dibetulkan lewat verifikasi itu. Termasuk kesalahan dalam merumuskan nilai dedikasi dan prestasi, kata dia, juga diverifikasi lewat kecamatan.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menilai pengetatan verifikasi di level kecamatan oleh camat itu sebagai langkah antisipatif dari Pemkab Sragen. Kemudian pembentukan tim independen dan pembukaan posko pengaduan perdes, kata dia, juga sebagai langkah responsif Pemkab untuk menindaklanjuti aduan masyarakat.

Polres menyatakan langkah-langkah yang diambil Pemkab dan upaya penegakan hukum yang aktif oleh Polres Sragen berjalan sinergi.

“Dalam menilai masalah harus jelas. Jangan tergiring opini dan jangan memaksakan keinginan yang tidak klir. Kami pilah mana fitnah, administrasi, dan pidana yang masing-masing ditindaklanjuti sesuai porsinya. Apabila ada bawahan Bupati memanfaatkan situasi ini, Bupati tegas memberi sanksi," kata Dedy.

Sebagaimana diinformasikan, gelombang protes bermunculan di berbagai tempat terkait hasil tes seleksi calon perdes yang digelar serentak, Senin (6/8/2018) lalu. Puncaknya saat ratusan calon perdes berdemo di Alun-Alun Sragen, Senin (13/8/2018).

Beberapa tuntutan calon perdes yakni ujian diulang, pelantikan calon perdes lolos seleksi ditunda, dan pengusutan berbagai dugaan kecurangan dan transaksi dalam proses seleksi.

Tokopedia