DCS Caleg Klaten Diumumkan, Adakah yang Perlu Diganti?

Pegawai sekretariat KPU Klaten mengecek berkas pendaftaran para bakal caleg DPRD Klaten, Selasa (17/7 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
14 Agustus 2018 20:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Daftar calon sementara (DCS) bakal calon anggota legislatif (caleg) DPRD Klaten Pemilu 2019 mulai diumumkan. Dari nama-nama bakal caleg, ada tiga nama kepala desa (kades).

Komisioner KPU Klaten Divisi Teknis, Joko Hadi Siswanto, mengatakan setelah ditetapkan dan diumumkan KPU menunggu masukan dan tanggapan masyarakat. Masa pemberian tanggapan itu dilakukan selama 10 hari sejak ditetapkan. Penetapan DCS dilakukan Sabtu (11/8/2018).

Nanti ada tanggapan masyarakat. Dari tanggapan itu nanti akan kami sampaikan ke parpol bersangkutan. Apabila terjadi hal-hal yang melanggar ketentuan di pencalonanan nanti akan diganti,” kata Joko saat dihubungi Solopos.com, Senin (13/8/2018).

Joko menjelaskan DCS bakal caleg segera disosialisasikan ke masyarakat. DCS bakal ditempel di kantor desa/kelurahan. “Dalam satu atau dua hari ini sudah tertempel,” katanya.

Ia berharap warga bisa memantau DCS yang sudah ditetapkan. Dari DCS tersebut, warga bisa memberikan masukan melalui website, kantor KPU, atau media.

Harapan kami warga bisa memberikan tanggapan berupa tanggapan positif atau pun negatif. Dari tanggapan itu, kami berharap para caleg yang dihasilkan bisa lebih baik dari anggota dewan yang sebelumnya walau sebagian orang yang sama, tetapi punya karakter, visi, dan misi yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, dari ratusan bakal caleg, ada tiga nama kades. Mereka yakni Kades Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Ariyanta Sigit Suwanta; Kades Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Hapsoro; serta Kades Kalangan, Kecamatan Pedan, Fakhrudin Ali Ahmad.

Kabid Penataan dan Administrasi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, M. Mujab, mengatakan ketiga kades itu sudah mengajukan surat pengunduran diri. Surat keputusan pemberhentian ketiga kades itu masih dalam proses. Untuk dua kades sudah ada SK. Sementara, satu kades masih dalam proses,” jelas dia.

Terkait pengunduran diri ketiga kades itu, Mujab mengatakan pemkab segera menyiapkan penjabat (pj) untuk mengisi kekosongan sementara jabatan kades. “Sesuai aturannya memang harus mengundurkan diri apapun konsekuensinya nanti kalau maju sebagai caleg,” ungkapnya.

Tokopedia