Ketua Bawaslu Karanganyar Gagal Terpilih Lagi

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
14 Agustus 2018 17:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karanganyar, Kustawa, gagal terpilih lagi sebagai anggota Bawaslu Karanganyar 2018-2023.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Selasa (14/8/2018), surat keputusan Bawaslu RI bernomor 0615/BAWASLU/SJ/HK.01.00/VIII/2018 tentang Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Terpilih Periode 2018-2023 di 16 Provinsi disebutkan anggota Bawaslu Karanganyar ada lima orang.

Mereka yakni Nuning Ritwanita Priliastuti, Sudarsono, Ikhsan Nur Isfiyanto, Sri Handoko Budi Nugroho, Edi Budi Susilo. Nuning Ritwanita Priliastuti dan Sudarsono merupakan anggota Bawaslu Karanganyar pada Pilkada 2018.

Sedangkan Sri Handoko Budi Nugroho sebelumnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar. Ikhsan Nur Isfiyanto dan Edi Budi Susilo merupakan anggota Panwascam Karangpandan, Karanganyar, pada Pilkada 2018.

“Pak Kustawa sebenarnya lolos masuk 10 besar [sebagai calon anggota Bawaslu Karanganyar]. Oleh Bawaslu RI, jumlah itu dikerucutkan menjadi lima. Di antara yang tak lolos itu memang Pak Kustawa. Sesuai rencana, calon anggota Bawaslu Karanganyar akan dilantik di Jakarta besok pukul 10.00 WIB,” kata salah satu komisioner Bawaslu Karanganyar, Nuning Ritwanita, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (14/8/2018).

Sebagaimana diketahui, Kustawa, Nuning Ritwanita Priliastuti, dan Sudarsono menjadi anggota Bawaslu Karanganyar mulai akhir Agustus 2017. Waktu itu Bawaslu Karanganyar masih bernama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar. Pelantikan anggota Panwaslu Karanganyar berlangsung di Semarang.

Saat Pilkada 2018, Panwaslu Karanganyar sempat menangani beberapa kasus pelanggaran pilkada di antaranya, politik uang, pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN), bagi-bagi sembako, dan lain sebagainya. Saat tahapan Pilkada 2018, Kustawa sempat diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Setiap calon anggota Bawaslu diwajibkan mengikuti ujian berbasis computer assisted test [ACT], psikotes, dan tes kesehatan. Yang menjadi pembeda antara anggota lama [anggota Panwaslu Karanganyar sebelum berganti Bawaslu Karanganyar] dengan peserta umum, yakni peserta umum ada tes wawancara tim seleksi. Sedangkan anggota lama tidak ada tes wawancara. Sebagai gantinya, Bawaslu Jateng mengevaluasi kinerja masing-masing komisioner. Hasilnya dikirim ke Jakarta sebagai pertimbangan Bawaslu RI mengambil keputusan,” katanya.

Terpisah, KPU Karanganyar langsung menunjuk Komisioner Divisi Keuangan Umum dan Logistik KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari, sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua KPU. Hal itu guna mengisi kekosongan jabatan ketua yang ditinggalkan Sri Handoko Budi Nugroho.

“Bu Trias [Triastuti Suryandari] saat ini sudah menjadi Plt. ketua KPU Karanganyar,” kata Komisioner Divisi Teknis KPU Karanganyar, Muhammad Maksum.

Tokopedia