Butuh 10 Tahun Pulihkan Populasi Patin di Waduk Gajah Mungkur

Tim dari Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III Perum Jasa Tirta (PJT) I yang berkedudukan di Wonogiri bersiap menebarkan benih ikan patin di Waduk Gajah Mungkur (WGM), Selasa (14/8/2018). (Solopos - Rudi Hartono)
14 Agustus 2018 17:28 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Populasi induk ikan patin di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri belum pulih dari kondisi semula. Pemulihan membutuhkan waktu 10 tahun ke depan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, Selasa (14/8/2018), populasi induk patin pada 2017 tercatat 650 ton.

Jumlah itu meningkat lebih dari 100 persen dari pada 2013 yang merupakan masa kelam bagi populasi patin di WGM. Saat itu populasi hanya 300 ton.

Meski selama empat tahun terakhir sejak masa itu populasi meningkat, tetapi kondisinya belum pulih.

Populasi induk patin pernah mencatatkan capaian positif pada 2012, yakni 1.120 ton. Saat itu patin sangat melimpah hingga banyak ikan yang berenang di permukaan air. Bobot ikan mencapai 3 kg/ekor-5 kg/ekor.

Kondisi itu membuat nelayan gelap mata. Mereka menangkap patin secara besar-besaran. Ada nelayan yang menangkap patin sebanyak tiga truk dalam sehari.

Kondisi itu membuat harga patin jatuh, yakni hanya Rp5.000/kg. Padahal, saat itu harga ideal minimal Rp15.000/kg. Penangkapan besar-besaran membuat populasi induk patin anjlok di angka 300 ton.

Sejak saat itu dinas terkait berupaya memulihkan populasi induk patin dengan menggandeng pemerintah pusat, provinsi, perusahaan perikanan, dan nelayan.

Pelaksana tugas Kepala Dislapernak Wonogiri, Heru Soetopo, saat ditemui Solopos.com di kantornya, mengatakan populasi induk patin di WGM menunjukkan tren positif. Hal itu tak terpelas dari peran dari semua pihak yang ikut berpartisipasi memulihkan populasi.

Berbagai pihak menebar 500.000-1 juta ekor bibit patin di WGM setiap tahun. Meski penebaran benih patin gencar dilakukan, tetapi populasi induk patin tak serta merta bisa pulih.

Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III Perum Jasa Tirta (PJT) I turut berpartisipasi memulihkan induk patin sekaligus menjaga kelestarian hayati WGM. Sejak 2010 hingga tahun ini pihak bersangkutan telah menebarkan 850.000 ekor benih patin.

Kepala Divisi Jasa ASA III PJT I, Viari Djaja Singa, mengatakan pihaknya menebar 100.000 ekor benih ikan patin tiap tahun selama delapan tahun terakhir. Hal itu bagian dari kepedulian untuk menjaga ekosistem dan keberlangsungan kehidupan hayati di WGM. 

Tokopedia