Desain Flyover Purwosari Solo Sudah Fix, Tapi...

Perlintasan KA Purwosari Solo. (Solopos/Dok)
15 Agustus 2018 16:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pejabat Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II (Jateng), Teuku Hermansyah, memastikan desain flyover Purwosari Solo sudah fix dan sudah selesai dibuat.

Namun, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jateng belum bisa membuka lelang paket pekerjaan pembangunan flyover Purwosari dalam waktu dekat lantaran masih butuh koordinasi lebih lanjut dengan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Desain sudah selesai di Satker P2JN Jateng. Cuma ada beberap hal yang perlu dirapatkan kembali dengan PT KAI atau Kemenhub terkait dengan perlintasan rel keterea api. Jadi sebelum dilelangkan, P2JN perlu menyakinkan bahwa desain mereka tidak menyalahi aturan Kemenhub,” kata Teuku saat dihubungi Solopos.com, Rabu (15/8/2018).

Teuku belum tahu kapan pertemuan antara pejabat P2JN dengan perwakilan Kemenhub bakal dilakukan. Namun, yang jelas, kata dia, proses lelang pembangunan flyover Purwosari telah ditarget paling lambat September 2018.

Pejabat PJN Wilayah II menyerahkan kewenangan proses lelang kepada pejabat P2JN. Dia menilai pejabat P2JN perlu konsultasi lebih dulu dengan Kemenhub guna mengantisipasi terjadinya koreksi atau masalah saat sudah memasuki tahap pengerjaan fisik oleh PJN Wilayah II.

“Target kami pengerjaan fisik bisa mulai tahun ini. Kemungkinan mulai bulan ke-11 [November] nanti karena proses lelang biasanya butuh waktu dua bulan. Yang saya tahu sekarang P2JN memang masih ingin memastikan ke Kemenhub. Jangan sampai saat pelaksanaan fisik masih ditemui masalah terkait area bebas bangunan pada rel,” jelas Teuku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, jika berjalan sesuai rencana, pembangunan flyover Purwosari bakal dikerjakan setelah pembangunan flyover Manahan selesai. Pembangunan flyover Manahan ditarget rampung pada Oktober 2018.

Saat dimintai informasi, Site Manager PT Yasa Patria Perkasa selaku kontraktor proyek pembangunan flyover Manahan, Ari Wahyudi, mengklaim perkembangan proses pembangunan flyover Manahan sudah mencapai 60% per Selasa (14/8/2018).

Selain melanjutkan proses pembangunan badan jalan, PT Yasa Patria Perkasa kini tengah memasang corrugated atau terowongan di Jl. Hasanuddin dan Jl. M.T. Haryono.

“Maka dari itu, PT Yasa Patria Perkasa kini terpaksa meminta Dishub menutup Jl. Hasanuddin dan Jl. M.T. Haryono untuk mendukung proses pekerjaan itu,” jelas Ari.

Tokopedia