Kampung di Solo Ini Siapkan Kejutan Lomba Indaco Antihoax

Warga melintas di murah bertema antihoax di Gremet, Manahan, Solo, pekan lalu. (Solopos/Ulfah Nur Raini)
15 Agustus 2018 21:56 WIB Ulfah Nur Raini Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Peserta kompetisi hias kampung Indaco Kampung Antihoax beradu kreatif menyulap kampung mereka menjadi indah sekaligus mengampanyekan gerakan antihoaks. Ada kampung yang menjanjikan kejuatan di hari terakhir tenggat hias kampung, 21 Agustus 2018.

Lampu-lampu hias bergelantung di salah satu gang Kampung Makam Bergolo Serengan, Solo. Warna-warni lampu berbahan dasar dari barang bekas itu memperindah kawasan tersebut. Gambar-gambar tiga dimensi di sepanjang jalan gang tersebut ikut memeriahkan lomba hias kampung Indaco Kampung Antihoax.

Kampung Makam Bergolo RT 004/ RW 008  merupakan peserta lomba Indaco Kampung Antihoax. Meskipun progres menghias kampung baru sampai 60%, tempat ini sudah terlihat indah. Dalam perlombaan tersebut, kampung ini mengusung konsep daur ulang dan gambar tiga dimensi.  Warga Makam Benggolo, Sapto Santoso, 43, bersama warga lainnya menyulap tempat yang dulu kumuh menjadi lebih berwarna.

Memanfaatkan botol plastik bekas, Sapto dan warga mengubahnya menjadi lampu-lampu hias berwarna-warni. Beberapa karya gambar tiga dimensi seperti tangga, jurang, permadani, dan dinding rumah dicat warna-warni. Selain untuk mempersiapkan diri sebagai peserta lomba, Sapto dan warga lainnya juga membuat tempat ini sebagai spot foto yang bagus.

Mereka tidak melarang warga yang hendak berkunjung sekadar berswafoto. “Kalau ada yang mau datang ke sini mau foto- foto tidak apa-apa, gratis,” kata Sapto  saat ditemui solopos.com, Sabtu (11/8/2018).

Peserta lomba lainnya RW 009 Gremet Manahaan, Solo, menyiapkan kejutan untuk diadukan dalam kompetisi tersebut. Menurut Ketua panitia persiapan lomba Indaco Kampung Antihoax dari Kampung Gremet Jumari, 35, bersama warga lainnya  menggarap kejutan itu yang akan dipublikasi saat batas akhir pengerjaan, 21 Agustus 2018 pukul 13.00 WIB.

Warga RT 001, 002,003/ RW 009 juga menghias kampung mereka dengan lampu hias yang dipasang di sepanjang jalan. Berdasarkan pantauan Espos,  Sabtu, terdapat beberapa karya mural berupa gambar karikatur dan tulisan- tulisan yang belum selesai dikerjakan. Gambar mural itu digarap setiap malam mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. "Kami begadang sampai pagi, buat menyiapakan karya mural ini agar maksimal," kata Jumari.

Menurut Jumari, saat malam kampungnya akan terlihat indah dengan lampu hias berkelap-kelip di sepanjang jalan . Lampu-lampu hias tersebut dibentuk berbagai karakter seperti bintang, ikan, dan lain-lain yang membuat kampung Gramet menjadi cantik. Nanti  setelah selesai menggarap mural tersebut, warga kampung tersebut memasang lampu yang menyoroti gambar-gambar sehingga tempat itu  menjadi spot foto yang bagus pada malam hari.

Ketua RT 001 Gremet, Sukarmin, menyebutkan dana untuk menghias kampung dikumpulkan dari swadaya masyarakat senilai sekitar Rp2 juta . Menurut dia, warga yang berjumlah 75 kepala keluarga tersebut dimintai seikhlasnya untuk membantu pendanaan kegiatan ini. "Seikhlasnya saja, mau ngasih kami terima. Tidak mau memberi juga kami biarkan," lanjut Sukarmin.