Tengkulak Asal Jabodetabek Mulai Berburu Sapi di Wonogiri

Penjualan hewan ternak di Pasar Hewan Pracimantoro. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
15 Agustus 2018 20:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Menjelang Iduladha pengiriman hewan ternak sapi ke luar Wonogiri mengalami peningkatan.

Plt Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, Heru Sutopo, melalui Kabid Peternakan, Sutardi, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (14/8/2018), mengatakan pengiriman hewan ternak sapi dan kambing ke luar Wonogiri mulai naik signifikan, khususnya di awal Agustus ini.

Pada kondisi normal, jumlah sapi yang dikirim ke luar Wonogiri rata-rata hanya 2.000 ekor per bulan. Namun dua pekan pertama bulan ini, sudah ada peningkatan 50% mencapai 3.000 ekor sapi di tambah 7.853 ekor kambing dan 50 ekor domba.

Ribuan hewan ternak untuk kurban tersebut dikirim ke wilayah Jabodetabek.

“Sapi jenis simental, limusin, peranakan ongole dengan berat sekitar 400 kilogram dikirim menuju ke wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk memenuhi persediaan hewan kurban di sana,” ujar Sutardi.

Menurut Sutardi, sapi asal Wonogiri dikenal memiliki daging yang tebal dan sangat sedikit lemak. Hal ini yang menjadikan Wonogiri sebagai tujuan langganan pembeli atau pedagang hewan kurban dari daerah lain khususnya Jakarta.

Seorang peternak sapi asal Kelurahan Waleng Kecamatan Girimarto, Kristo Agung, juga menyebut adanya peningkatan pengiriman sapi khususnya ke wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Hewan ternaknya mulai diburu para tengkulak.

Hingga saat ini harga sapi masih berada di harga yang cukup tinggi dengan kenaikan berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor sapi.