8 Napi Rutan Solo Bebas di Hari Kemerdekaan

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo secara simbolis menyerahkan SK Remisi bagi narapidana Rutan Kelas I Solo di Stadion Sriwedari, Jumat (17/8 - 2018). (Solopos/Indah Septiyaning W. )
17 Agustus 2018 19:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 218 narapidana Rutan Kelas I Solo mendapat remisi dan delapan di antaranya langsung bebas pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8/2018).

Surat Keputusan (SK) Remisi secara simbolis diserahkan saat upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Stadion Sriwedari Solo, Jumat pagi. Kepala Rutan Kelas I Solo Muhammad Ulin Nuha mengatakan SK Remisi untuk 218 narapidana diterbitkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sesuai usulan yang diajukan Juli lalu.

“Dari 218 napi yang diusulkan dapat remisi dari Kemenkumham, delapan narapidana bebas,” kata dia kepada wartawan seusai upacara.

Dia memerinci delapan orang tersebut lima di antaranya kasus pidana pencurian, satu orang kasus perjudian, satu orang kasus narkoba, dan satu orang kasus penggelapan. Sebelum bebas, delapan napi tersebut wajib menyelesaikan keperluan administrasi di Rutan di antaranya sidik jari, pemberkasan, hingga foto. Barulah sekitar siang hari para napi tersebut dibebaskan.

Sementara itu, 210 narapidana lain mendapat remisi pengurangan masa tahanan mulai 1 bulan hingga maksimal lima bulan. “Seluruh SK Remisi diberikan di Hari Kemerdekaan tepat dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan di Rutan Solo,” katanya.

Upacara diikuti seluruh warga binaan Rutan. Dalam upacara tersebut, seluruh pegawai Rutan Solo mengenakan pakaian adat berbagai daerah.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Solo, Solichin, mengatakan saat proses pembebasan dan pelepasan napi, keluarga sudah menunggu di depan Rutan. Mereka menyambut kerabat mereka.

“Keluarga sudah menunggu di luar Rutan. Sudah biasa kalau ada isak tangis saat menyambut kebebasan napi itu,” katanya.

Solichin mengatakan saat ini jumlah keseluruhan warga binaan Rutan Kelas I Solo ada 617 orang. Dari jumlah itu, 218 orang di antaranya mendapatkan remisi di Hari Kemerdekaan. Pengurangan masa pidana diberikan kepada napi yang berkelakuan baik selama menjalani pidana terkecuali yang dipidana mati atau seumur hidup.

Merujuk Pasal 1 ayat (6) Peraturan Pemerintah No. 32/1999, remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

“Setiap napi berhak mendapatkan remisi yang berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan persyaratan berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun enam bulan terakhir, yakni terhitung sebelum tanggal pemberian remisi. Selain itu telah mengikuti program pembinaan dengan predikat baik.