Penjual Gorengan Sampai Penjahit Jadi Petugas Upacara di Gang Sempit di Solo

Petugas mengibarkan bendera Merah Putih di gang sempit Gandekan, Jebres, Solo, Jumat (17/8 - 2018). Para petugas adalah pedagang srabi, gorengan, hingga penjahit. (Istimewa/Y.F. Sukasno)
17 Agustus 2018 21:30 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Warga Kampung Bangunharjo RW 009 Kelurahan  Gandekan, Kecamatan Jebres , Solo, mengadakan upacara bendera memperingati HUT ke-73 Republik Indonesia, Jumat (17/8/2018). Uniknya, mereka mengadakan upacara di gang tengah kampung yang sempit.

 

Mayoritas petugas upacara adalah perempuan. Seorang warga RW 009 Gandekan, Y. F. Sukasno, dalam rilis yang diterima solopos.com, Jumat petang, mengatakan upacara bendera diselenggarakan di tengah permukiman padat penduduk. Mereka memanfaatkan jalan kampung karena tak ada lahan cukup luas untuk menampung peserta upacara. Meski dalam kondisi ruang terbatas, upacara itu dihadiri sekitar 250 warga.

 

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB. Bertindak sebagai komandan upacara adalah Sugiyatmi. Sehari-hari perempuan tersebut berjualan srabi di Jl. R. E. Martadinata, Solo. "Pembaca Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 namanya Bu Yuli. Beliau guru di SDK Keprabon," ungkap Ketua Komisi II DPRD Solo tersebut.

 

Kemudian, tiga orang pengibar bendera Merah Putih adalah Iyut (penjual gorengan), Anna (penjahit konveksi), Ny. Plendro (ibu rumh tangga). Petugas lainnya adalah Bathi Wahyuni sebagai pembaca Pancasila. Ada pula Ribut yang bertugas membaca doa. Ribut adalah seorang penjahit konveksi.

 

Dalam amanatnya, Ketua RW 009 Gandekan, Suwanto, meminta seluruh peserta upacara menggelorakan semangat gotong-royong dan guyub rukun. Warga juga diajak menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan melalui ronda yang diselenggarakan setiap malam.

"Ingat,  Bapak Presiden Jokowi pernah mengunjungi kampung kita. Kita patut bangga dan bersyukur. Maka guyub rukun harus kita jaga. Kita juga harus ingat pesan Pak Wali Kota agar ikut handarbeni, merawat, dan menjaga kampung kita," terangnya.

 

Tokopedia