Berubah Menjadi Bawaslu, Pengawas Sekaligus Hakim

Satpol PP bersama Panwascam Laweyan menertibkan APK di Panularan, Laweyan, Rabu (11/4 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
17 Agustus 2018 23:12 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Kepengurusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo periode
2018-2023 terbentuk.

Mengacu pada Undang-undang (UU) No. 7/2017 Tentang Pemilu, jumlah dan kedudukan Bawaslu kini sejajar dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono, mengatakan pada UU Pemilu terdapat klausul yang menyatakan perubahan nama dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menjadi Bawaslu. Konsekuensinya, Bawaslu Kota Solo kini setara dengan KPU Kota Solo.

"Konsekuensi lainnya, peran Bawaslu Kota Solo menjadi lebih luas. Kami tak hanya memberi rekomendasi, tetapi bisa memberikan putusan pada sengketa proses pemilu, misalnya antara KPU dengan parpol," ujarnya saat dihubungi solopos.com, Jumat(17/8/2018).

Jika proses mediasi oleh Bawaslu menemui jalan buntu, Bawaslu bias mengadakan sidang adjudikasi. Peran Bawaslu menjadi peradilan dalam sengketa proses pemilu.

"Bawaslu jadi hakim atas masalah yang tak bisa diselesaikan melalui mediasi," kata dia.

Ia menjelaskan, lima pengurus Bawaslu Kota Solo dilantik bersamaan dengan seluruh Bawaslu se Indonesia di Hotel Bidakarya Jakarta.
Pelantikan sejumlah 1.914 anggota Bawaslu tersebut masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelantikan aparatur sipil negara (ASN) terbanyak se-Indonesia.

Lima pengurus itu telah melalui berbagai tahap seleksi seperti psikotes, tes kesehatan jasmani-rohani, CAT, hingga fit and proper test. Yang menarik, di samping tiga petahana Bawaslu Solo yaitu Budi Wahyono, Muhammad Muttaqin, dan Poppy Kusuma Natalisa, terdapat nama Agus Sulistyo. Agus adalah mantan Ketua KPU Solo. Ia mundur dari jabatannya di KPU yang akan berakhir pada 24 Oktober mendatang. Satu anggota Bawaslu lainnya adalah Arif Nuryanto, seorang mantan jurnalis.

"Tiga petahana ini sebelumnya ikut rekrutmen ulang. Tapi kami mendapat kepercayaan masuk jadi Bawaslu ditambah dua orang baru, termasuk Bung Agus [Agus Sulistyo]. Bung Agus sudah mundur dari KPU Solo. Mas Arif juga wajib mundur dari media tempatnya bekerja," tutur lelaki yang kembali terpilih sebagai Ketua Bawaslu Kota Solo untuk periode kedua tersebut.